Di penghujung tahun 2025, terdapat sejumlah perkembangan signifikan dalam dunia vaksinasi yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu pencapaian penting ialah penurunan angka kematian akibat penyakit menular, terutama campak, yang menunjukkan bahwa upaya vaksinasi mulai membuahkan hasil.
Penyebaran vaksin yang lebih luas di berbagai negara telah membuat sebanyak 96 negara berhasil mencapai eliminasi campak. Meskipun begitu, sejumlah negara, termasuk Indonesia, masih mengalami lonjakan kasus, yang menunjukkan bahwa tantangan vaksinasi masih ada di depan mata.
Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia telah mencatat adanya peningkatan kasus campak yang berkorelasi dengan penurunan cakupan imunisasi rutin. Terlebih lagi, Kejadian Luar Biasa (KLB) campak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang mengindikasikan perlunya evaluasi sistem imunisasi nasional.
Langkah-Langkah Global dalam Vaksinasi Malaria dan Dampaknya
Perkembangan kedua yang menarik perhatian adalah peluncuran vaksin malaria di 2025. Kini, 24 negara di benua Afrika telah melakukan vaksinasi malaria sebagai bagian dari program imunisasi nasional mereka.
Pemberian vaksin malaria diharapkan dapat mengurangi angka infeksi sekaligus kematian dari penyakit yang masih mengancam, khususnya di daerah endemis. Di Indonesia, malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di Papua dan daerah timur lainnya.
Vaksinasi ini merupakan salah satu dari empat komponen penting dalam pengendalian malaria, bersamaan dengan upaya penanganan kasus, pengendalian vektor, dan pemberian kemoprofilaksis. Dengan langkah ini, diharapkan angka penderita malaria di Indonesia bisa menurun secara signifikan.
Peningkatan Penelitian untuk Vaksin Tuberkulosis Terbaru
Selain perkembangan malaria, kemajuan dalam penelitian vaksin tuberkulosis juga sangat menggembirakan. Vaksin BCG yang digunakan selama lebih dari satu abad kini mulai dipertimbangkan untuk digantikan dengan vaksin yang lebih efektif.
Pada November 2025, WHO mengeluarkan laporan kemajuan terkait upaya ini, menandakan langkah maju dalam penanganan tuberkulosis global. Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka tuberkulosis tertinggi, vaksin baru ini tentu bisa menjadi solusi yang sangat dibutuhkan.
Dengan adanya vaksin tuberkulosis yang lebih efektif, diharapkan beban penyakit ini bisa semakin berkurang, memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terancam oleh penyakit menular ini. Upaya penelitian dan pengembangan yang terus dilakukan sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan ini secara menyeluruh.
Pentingnya Vaksin Meningitis untuk Ibu dan Bayi
Perkembangan lainnya yang tak kalah penting adalah vaksin meningitis, yang mencakup juga vaksin untuk streptococcus grup B. Vaksin ini bertujuan untuk melindungi ibu hamil dan bayi yang baru lahir.
Inisiatif ini sejalan dengan peta jalan global “Defeating Meningitis by 2030” yang telah diluncurkan oleh WHO. Melalui program ini, diharapkan angka kejadian meningitis dapat berkurang secara signifikan dalam dekade mendatang.
Vaksinasi meningitis menjadi sangat penting, mengingat bahwa penyakit ini dapat memberikan dampak serius pada kesehatan ibu dan bayi. Dengan adanya program vaksinasi ini, diharapkan para ibu dapat melahirkan dalam keadaan sehat, dan bayi mereka pun bisa terhindar dari penyakit berbahaya.




