Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengajak seluruh jajaran Korps Bhayangkara untuk memperbaiki diri meskipun sudah menerima berbagai penghargaan dari sejumlah survei. Penyampaian ini disampaikan dalam Rilis Akhir Tahun Mabes Polri di Gedung Rupatama, Jakarta, pada Selasa, 30 Desember 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada November 2025, Polri berhasil memperoleh tingkat kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi. Survei ini menunjukkan bahwa Polri merupakan salah satu lembaga yang paling dipercaya oleh publik.
Sigit mengungkapkan bahwa Polri menduduki peringkat pertama dalam kategori penegak hukum dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen. Ini merupakan prestasi penting yang menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Hasil survei Litbang Kompas mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sangatlah baik meski dalam situasi yang dinamis,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan.
Seiring dengan prestasi tersebut, Kapolri juga memaparkan hasil survei internasional yang dilakukan oleh Gallup, yaitu The Global Safety Report. Dalam survei ini, Indonesia beroleh skor 89 pada Law and Order Index, menempatkan Indonesia pada posisi ke-19 dari 144 negara.
Kinerja Polri Dalam Menghadapi Tantangan Publik
Dalam analisisnya, Kapolri sempat menyoroti aspek-aspek yang mendasari keberhasilan tersebut, termasuk kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum. Dia berharap agar seluruh personel Polri dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan tuntutan masyarakat.
Indeks rasa aman, menurut laporan tersebut, dapat dilihat dari indikator ‘Safe to Walk Alone at Night’ di mana 83 persen responden merasa aman berjalan sendirian di malam hari. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-25 dari 144 negara berdasarkan kepuasan masyarakat terhadap keamanan.
Meskipun mendapatkan banyak pujian, Kapolri menegaskan pentingnya untuk tidak berpuas diri. Di hadapan anggotanya, ia mengingatkan bahwa Polri harus terus berbenah dan berinovasi dalam setiap aspek pelayanan.
Sigit menekankan bahwa evaluasi dan perbaikan berkelanjutan adalah kunci untuk meningkatkan kinerja institusi. “Kami harus melakukan perbaikan terus menerus agar hasil yang diraih dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan lebih lanjut,” lanjutnya.
Kapolri mendorong agar semua jajaran Polri tetap menjalankan tugasnya dengan baik, profesional, dan akuntabel. Setiap personel harus berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Transformasi Polri Dalam Menyesuaikan Diri
Sigit menjelaskan bahwa langkah-langkah transformasi yang diambil Polri selama ini telah menunjukkan hasil yang positif. Peningkatan profesionalisme dan pengembangan sumber daya manusia adalah fokus utama agar instansi kepolisian semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Transformasi ini mencakup peningkatan pelatihan yang berkualitas bagi seluruh personel, agar mereka dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan lebih baik. Selain itu, pendekatan pelayanan yang humanis menjadi salah satu agenda penting dalam operasional Polri.
Kapolri meyakini bahwa adanya peningkatan kualitas dalam pelayanan publik akan membantu mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga negara merasakan manfaat dari kehadiran kami di tengah-tengah mereka,” ungkap Sigit.
Dengan mendorong inovasi dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, Polri dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Hal ini termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan kepada publik.
Setiap langkah yang diambil, menurut Kapolri, harus selalu berorientasi kepada masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk menjadi institusi yang lebih baik dan lebih dipercaya.
Mewujudkan Polri yang Humanis dan Berintegritas
Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme di dalam tubuh Polri. Menurutnya, setiap anggota kepolisian harus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam menjalankan tugasnya.
Upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas juga menjadi sorotan dalam pidato dia. Sigit percaya bahwa dengan cara ini, masyarakat akan memiliki kepercayaan yang lebih besar terhadap institusi penegak hukum.
Selain itu, kolaborasi dengan masyarakat juga menjadi hal yang penting dalam menjalankan tugas kepolisian. Polri tidak hanya bertugas untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat agar berperan serta dalam menjaga keamanan.
“Kami akan terus berupaya untuk menjalin komunikasi dan kerjasama dengan masyarakat. Dengan demikian, kita bisa bersama-sama menciptakan kondisi yang lebih aman,” tegas Sigit.
Melalui berbagai upaya ini, Kapolri berharap Polri dapat menjadi institusi yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga humanis dan dekat dengan masyarakat. Transformasi yang dilakukan bukan hanya untuk mendukung kinerja institusi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial di masyarakat.




