Peristiwa tragis terjadi di Panti Jompo Werdha di Manado, di mana kebakaran mengakibatkan hilangnya 16 nyawa. Kejadian yang memilukan ini membawa duka mendalam bagi keluarga para korban dan mengundang perhatian masyarakat luas.
Kepolisian setempat, melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI), telah mengumumkan proses identifikasi jenazah yang menjadi korban kebakaran. Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi posko DVI yang disediakan di RS Bhayangkara Manado.
Kebakaran dilaporkan berlangsung pada Minggu malam sekitar pukul 20.36 WITA. Tim pemadam kebakaran dikerahkan dengan tiga unit armada untuk memadamkan api yang menghanguskan panti jompo tersebut.
Proses Identifikasi Korban Kebakaran yang Menggugah Empati
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa tim DVI sedang bekerja keras untuk melakukan identifikasi terhadap seluruh jenazah. Hal ini penting dilakukan agar keluarga korban dapat memiliki kepastian mengenai orang-orang tercinta mereka yang telah meninggal dunia.
“Kami berharap keluarga korban yang belum mendapatkan informasi dapat segera mendatangi posko yang telah disediakan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda setempat. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penyampaian informasi kepada keluarga korban.
Proses identifikasi melibatkan berbagai pihak, termasuk dokter forensik dan petugas kepolisian yang terlatih. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah untuk memastikan identitas sesuai dengan data yang ada.
Penanganan dan Evakuasi Korban Kebakaran di Panti Jompo
Sebelum api berhasil dipadamkan, sejumlah penghuni panti jompo sempat terjebak dalam kobaran api. Pada saat kejadian, terdapat 35 orang yang merupakan penghuni panti, termasuk dua petugas pengawas.
Beberapa korban berhasil diselamatkan dan telah dirawat di rumah sakit terdekat. Selain itu, ada juga anggota keluarga yang datang untuk membawa pulang sanak saudara mereka yang selamat.
“Begitu mendapat laporan, kami segera mengerahkan tiga armada beserta 25 personel. Proses pemadaman berlangsung selama satu jam,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran setempat, menjelaskan kesigapan tim dalam menangani kebakaran.
Dampak Psikologis yang Dirasakan oleh Masyarakat dan Keluarga Korban
Kebakaran yang menewaskan banyak orang ini tentu membawa dampak psikologis yang berat, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat luas. Duka mendalam dirasakan oleh semua pihak yang terlibat, termasuk relawan dan petugas yang melakukan evakuasi.
Keluarga korban merasakan kesedihan yang mendalam dan ketidakpastian mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya. Dukungan psikologis sangat dibutuhkan untuk membantu mereka menghadapi situasi yang sulit ini.
Stres pasca-trauma bisa saja dialami oleh para penyintas dan keluarga yang ditinggalkan. Dalam situasi seperti ini, sangat penting untuk menyediakan dukungan mental dan emosional agar mereka bisa melewati masa sulit ini.




