Pada tahun 2024, pasar rokok elektronik di beberapa negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam diperkirakan akan mencapai nilai USD 760 juta. Angka ini menunjukkan potensi industri yang signifikan meskipun ada kekhawatiran mengenai kesehatan masyarakat yang diakibatkan oleh produk-produk tersebut.
Selain itu, kekhawatiran ini semakin mendesak mengingat bahwa tanpa pengaturan yang tepat, peningkatan tersebut bisa berdampak lebih buruk bagi kesehatan masyarakat. Dengan kata lain, pemerintah di kawasan ini memiliki tantangan besar untuk menemukan keseimbangan antara potensi ekonomi dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, SEATCA telah melaporkan bahwa ada tujuh negara di ASEAN yang telah melarang dan memberlakukan regulasi ketat terhadap rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan. Negara-negara tersebut memberikan contoh yang bisa diadopsi oleh negara-negara lain di kawasan ini untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Perkembangan Pasar Rokok Elektronik di ASEAN yang Mencolok
Pertumbuhan pasar rokok elektronik menjadi fenomena yang tidak bisa diabaikan. Dengan peningkatan jumlah pengguna di berbagai usia, pasar ini menunjukkan dinamika yang menarik bagi investor dan pemangku kepentingan di kawasan ASEAN.
Namun, dengan pertumbuhan yang cepat, risiko kesehatan juga meningkat. Khususnya di kalangan remaja, paparan produk nikotin dapat berakibat serius pada kesehatan jangka panjang mereka.
Seiring dengan pertumbuhan ini, penting bagi masyarakat untuk menyadari potensi bahaya dari rokok elektronik. Faktor-faktor seperti periklanan dan kemudahan akses juga perlu menjadi perhatian lebih lanjut bagi regulator.
Tindakan dan Kebijakan yang Perlu Diterapkan
Pemerintah di Indonesia, Malaysia, dan Filipina diharapkan dapat belajar dari langkah-langkah yang diambil oleh negara anggota ASEAN lainnya. Kebijakan larangan penjualan produk nikotin untuk rekreasi menjadi agenda penting yang perlu diprioritaskan.
Dengan memperkenalkan peraturan ketat mengenai iklan dan distribusi produk ini, negara-negara tersebut dapat mengurangi eksposur masyarakat, terutama di kalangan remaja. Hal ini akan membantu meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh rokok elektronik.
Meski banyak tantangan, upaya untuk melarang produk nikotin tetap harus menjadi prioritas, mengingat kebiasaan merokok yang sudah terbukti membawa efek buruk bagi kesehatan. Program edukasi dan kampanye kesehatan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Risiko Kesehatan
Kebiasaan merokok dan penggunaan produk nikotin lain memiliki dampak signifikan bagi kesehatan masyarakat. Dalam rangka menjaga kesehatan, masyarakat harus lebih sadar akan risiko yang ditimbulkan oleh asap rokok dan produk sejenisnya.
Dengan meningkatnya jumlah pengguna rokok elektronik, edukasi tentang dampak kesehatan menjadi semakin krusial. Masyarakat perlu memahami bahwa produk ini tidak bebas risiko, walaupun sering dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman.
Konsistensi dalam kampanye kesehatan juga penting untuk memastikan komunitas memahami apa yang terancam ketika mereka terpapar produk nikotin. Upaya kolektif ini diharapkan dapat membantu mengurangi prevalensi kebiasaan merokok di kalangan generasi mendatang.




