Putri Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, menjelaskan mengenai suksesi yang terjadi di Keraton Surakarta. Dia menegaskan bahwa ayahnya telah menunjuk KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra ing Mataram sebagai putra mahkota sebelum wafat.
Timoer menyatakan bahwa penunjukan tersebut adalah amanah yang harus dijalankan oleh seluruh anggota keluarga raja. Dia mengatakan, “Kami harus pertegas, Sinuhun sudah menunjuk dan melantik putra mahkota,” usai mendampingi Sri Sultan Hamengkubuwono X melayat di Keraton Surakarta.
Menurut Timoer, keputusan tersebut berasal dari kesepakatan keluarga inti. Dia mengungkapkan, semuanya telah sepakat untuk melanjutkan amanah yang ditinggalkan oleh Pakubuwono XIII, dan menegaskan peran keluarga inti dalam suksesi ini.
Mekanisme Suksesi di Keraton Surakarta
Mekanisme suksesi di Keraton Surakarta telah berjalan dengan rapi dan mengikuti tradisi yang ada. Keluarga kerajaan sepakat bahwa KGPAA Hamangkunegoro adalah penerus yang layak untuk menggantikan posisi ayahnya.
Hal ini menjadi penting agar semua anggota keluarga merasa amanah dan tugas yang diemban tetap terjaga. Timoer mencatat bahwa semua keputusan harus diambil dalam lingkup keluarga inti untuk menghindari konflik di masa depan.
“Setiap kesinambungan kepemimpinan harus dilandasi oleh kesepakatan,” tegasnya. Ini menunjukkan komitmen mereka terhadap tradisi dan ketertiban yang ada di dalam keraton.
Ritual dan Tradisi dalam Pelantikan Raja
Pelantikan seorang raja di Keraton Surakarta bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga dilengkapi dengan ritual yang mendalam. Timoer menggarisbawahi bahwa setiap pelantikan harus menjaga esensi nilai-nilai yang ada dalam tradisi.
Ritual ini, yang dikenal sebagai Tingalan Dalem Jumenengan, adalah momen penting dalam penetapan raja. Di sinilah, orang-orang memperlihatkan rasa hormat dan penghormatan kepada pemimpin baru serta leluhur yang telah mendahuluinya.
“Pelantikan ini bukan hanya untuk KGPAA Hamangkunegoro, tetapi juga menguatkan jalinan antara masa lalu, sekarang, dan masa depan keraton,” tambahnya. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga kerajaan tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya.
Penerimaan Keluarga terhadap KGPAA Hamangkunegoro
Sejak penunjukannya, penerimaan terhadap KGPAA Hamangkunegoro di kalangan keluarga terasa positif. Warga keraton dan masyarakat lebih luas juga menunjukkan dukungan terhadap kelanjutan kepemimpinan ini.
Timoer mengindikasikan bahwa semua anak Pakubuwono XIII telah sepakat untuk melantik KGPAA Hamangkunegoro sebagai raja. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat konsensus yang kuat di antara generasi penerus tentang langkah ke depan.
“Kami harus menjumenengkan putra mahkota itu menjadi raja,” ujarnya. Kesepakatan ini memberikan harapan bagi stabilitas kerajaan di masa depan.




