Ratusan warga di Babakan, Kota Tangerang, berkumpul di tepi Sungai Cisadane pada sore hari yang cerah untuk mengikuti tradisi keramas bersama. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penyambutan terhadap bulan suci Ramadan, di mana masyarakat menunjukkan antusiasme dan keceriaan meski ada tantangan tertentu sebelumnya.
Tradisi yang telah dilaksanakan selama bertahun-tahun ini menjadi momen spesial bagi semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kendati aliran sungai sempat tercemar limbah kimia, semangat masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ini tetap tinggi dan penuh sukacita.
Tradisi Keramas Bersama Sebagai Warisan Budaya
Kegiatan keramas bersama merupakan salah satu cara masyarakat merayakan datangnya Ramadan dengan simbolis. Pada hari tersebut, warga diingatkan untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan yang penuh berkah.
Dalam tradisi ini, warga tidak hanya keramas, tetapi juga banyak yang menceburkan diri ke dalam sungai di bawah pengawasan petugas. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada risiko, masyarakat tetap berkomitmen untuk melestarikan tradisi ini.
Salah satu warga, Titi, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat. Ia merasa lebih tenang dan siap menyambut Ramadan setelah mengikuti tradisi keramas bersama ini.
Pentingnya Pengujian Kualitas Air Sungai Cisadane
Isu mengenai kualitas air sungai tidak bisa diabaikan, terutama setelah insiden pencemaran. Masyarakat sangat bergantung pada kejelasan serta keamanan kualitas air yang akan mereka gunakan, baik untuk kegiatan tradisional maupun sehari-hari.
Kepala Bidang Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Supendi, mengungkapkan bahwa sebelum kegiatan dimulai, air sungai telah melalui serangkaian pengujian. Hasil menunjukkan bahwa kualitas air berada dalam batas aman untuk kegiatan keramas.
Dengan pengujian yang tepat, masyarakat merasa lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam tradisi ini. Supendi juga mengimplikasikan bahwa perlunya perhatian terus-menerus untuk menjaga kebersihan sungai agar tradisi ini bisa dilaksanakan di masa depan.
Hubungan Sosial yang Terjalin Melalui Tradisi
Tradisi keramas bersama juga memiliki dampak yang signifikan dalam mempererat hubungan sosial antarwarga. Ini merupakan momen unik di mana orang-orang dari latar belakang yang berbeda bisa berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan.
Suasana penuh keceriaan ini menjadi ajang untuk menjalin keakraban dan solidaritas antara sesama warga. Dengan adanya kegiatan ini, ikatan sosial di lingkungan masyarakat semakin kuat.
Para peserta terlihat saling memberi dukungan dan semangat satu sama lain, menciptakan atmosfir yang positif. Tradisi semacam ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah keragaman masyarakat.




