Serangan jantung seringkali menjadi momok bagi banyak orang, di mana pemahaman yang keliru sering mengaitkannya dengan kematian jantung mendadak. Namun, kedua istilah ini memiliki penyebab dan penanganan yang beragam dan tidak boleh dipandang sebagai satu kesatuan.
Serangan jantung, dikenal juga sebagai infark miokard, disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju jantung. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak yang terbuat dari lemak dan kolesterol di dinding pembuluh darah yang terus memburuk seiring waktu.
Saat plak tersebut terlepas, gumpalan darah dapat terbentuk sebagai reaksi tubuh, yang selanjutnya dapat menyumbat pembuluh darah menuju jantung. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada otot jantung, yang jika tidak ditangani dengan cepat dapat berakibat fatal bagi penderitanya.
Kematian jantung mendadak, di sisi lain, umumnya dipicu oleh gangguan listrik pada jantung itu sendiri. Sebagaimana disampaikan oleh dokter spesialis jantung, gangguan ini dapat terjadi tanpa didahului gejala yang jelas bahkan pada individu yang tampaknya sehat sekalipun.
Membedakan Antara Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak
Dalam acara konferensi pers mengenai kesadaran kesehatan jantung, dijelaskan bahwa serangan jantung dan kematian jantung mendadak adalah dua kondisi yang sangat berbeda. Serangan jantung lebih bersifat mekanis, sedangkan kematian jantung mendadak lebih berkait dengan fungsi listrik jantung.
Dokter menunjuk pada pentingnya pemahaman ini bagi masyarakat umum agar dapat mengenali gejala dan risiko dari masing-masing kondisi. Dalam banyak kasus, seseorang bisa mengalami serangan jantung tanpa mengetahui bahwa ia sedang berisiko tinggi, terutama jika tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ketika plak di pembuluh darah mulai menumpuk, seringkali tidak ada gejala yang muncul. Namun, saat plak tersebut terganggu, serangan jantung bisa terjadi dalam sekejap. Pendidikan kesehatan yang baik dapat membantu mencegah kejadian tersebut dengan memberikan pengetahuan yang cukup kepada individu.
Penyebab Utama Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak
Keduanya memiliki penyebab yang berbeda, meskipun beberapa faktor risiko bisa saling tumpang tindih. Untuk serangan jantung, gaya hidup tidak sehat seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan stres dapat menjadi faktor yang memicu kondisi ini.
Sementara itu, kematian jantung mendadak sering dikaitkan dengan gangguan irama jantung, yang bisa disebabkan oleh kelainan genetik atau perubahan struktural pada jantung. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya bagi individu yang berisiko tinggi.
Pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesehatan jantung seseorang. Bahkan, sejumlah atlet yang tampaknya sehat dapat terpengaruh oleh masalah ini, yang kadang-kadang tidak terdeteksi sebelum kejadian mendadak terjadi.
Gejala dan Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Mengetahui gejala dari kedua kondisi ini adalah langkah awal yang penting. Beberapa gejala serangan jantung yang umum meliputi nyeri atau ketidaknyamanan di dada, sesak napas, serta nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, atau rahang.
Sementara itu, kematian jantung mendadak seringkali tidak menampilkan gejala yang jelas sebelumnya. Namun, beberapa tanda yang bisa dicermati adalah palpitasi jantung, pusing, atau kehilangan kesadaran mendadak, yang memerlukan perhatian medis segera.
Di antara atlet, misalnya, kolaps saat bertanding bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang sangat salah. Pengetahuan tentang kondisi tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran dan respons yang lebih cepat dalam situasi darurat.




