Meski menggunakan teknologi robotik, semua tindakan operasi tetap berada di bawah kendali dokter bedah. Robot berfungsi sebagai alat bantu yang menerjemahkan gerakan tangan dokter secara real-time.
Dr. Marto Sugiono, SpU (K), FRCS-Urology (UK) menegaskan hal tersebut. “Jadi tetap dilakukan oleh surgeon-nya. Jadi yang melakukan bukan robotnya. Robot itu hanya menolong kita,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem ini tidak digunakan secara coba-coba. “Sehingga tidak ada trial and error atau coba-coba,” kata Marto.
Presisi, Stabilitas, dan Visual 3D
Salah satu keunggulan Da Vinci Xi terletak pada sistem visualisasi tiga dimensi (3D) yang memberikan tampilan area operasi secara detail. Dokter mengoperasikan sistem melalui console dengan pandangan 3D.
“Jadi vision-nya untuk robotik itu kepala kita masuk di console sehingga itu 3D vision seperti main virtual reality,” jelas Marto.
Selain visual, sistem ini juga mampu menghilangkan getaran tangan dokter. “Nah karena tangannya robot kita yang mengontrol tidak ada tremor. dr. Wifanto kadang sudah operasi 10 jam pun, dia lelah pun robotnya tidak mengetahui dia tremor,” ungkapnya.
Operasi menggunakan teknologi robotik semakin berkembang di dunia kedokteran, terutama dalam bidang urologi. Penggunaan perangkat ini menawarkan banyak keuntungan yang membantu dokter dalam menjalankan prosedur yang kompleks.
Berbagai inovasi dalam teknologi medis terus diperkenalkan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan selama bedah. Sistem robotik memberikan tampilan yang jelas dengan ciri khas presisi tinggi, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan tindakan operasi.
Keunggulan Teknologi Robotik dalam Bedah Modern
Teknologi robotik di ruang operasi membawa revolusi dalam cara dokter melakukan prosedur. Salah satu keunggulan utama adalah kemampuan untuk melakukan bedah dengan lebih sedikit trauma pada jaringan tubuh.
Dengan bantuan robot, dokter dapat mengakses area yang sebelumnya sulit dijangkau dengan cara tradisional. Hal ini tidak hanya meminimalkan kerusakan jaringan, tetapi juga mempercepat proses pemulihan pasien setelah operasi.
Robot juga memungkinkan dokter untuk melakukan prosedur dengan sudut pandang yang lebih baik, meningkatkan akurasi dalam setiap langkah. Dengan teknologi ini, potensi komplikasi selama operasi dapat diminimalkan secara signifikan.
Dampak Positif bagi Pasien Melalui Teknik Bedah Robotik
Penerapan teknik bedah robotik memberikan dampak yang positif bagi pasien dalam berbagai aspek. Salah satu manfaat utama adalah pengurangan nyeri pasca operasi yang biasanya dialami pasien dengan metode konvensional.
Pemulihan yang lebih cepat juga menjadi salah satu keuntungan signifikan. Pasien yang menjalani bedah robotik umumnya dapat kembali beraktivitas lebih cepat dibandingkan dengan metode bedah tradisional.
Dengan pengurangan waktu pemulihan, pasien tidak perlu tinggal lama di rumah sakit. Hal ini tentu saja mengurangi beban biaya perawatan medis dan memperbaiki kualitas hidup pasien.
Penerapan Robotik dalam Berbagai Jenis Bedah
Robotik bukan hanya digunakan dalam urologi, tetapi juga semakin meluas ke berbagai bidang lain dalam kedokteran. Sebagai contoh, sistem robotik kini juga diterapkan dalam bedah jantung dan onkologi.
Dengan kemampuannya untuk melakukan tindakan yang sangat presisi, teknologi ini memperlihatkan versatilitas yang luar biasa. Setiap spesialisasi dapat memanfaatkan kemajuan ini untuk meningkatkan hasil pengobatan.
Seiring dengan kemajuan teknologi, diharapkan lebih banyak rumah sakit yang mengadopsi sistem robotik untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Edukasi terhadap tenaga medis juga diperlukan agar proses adaptasi berjalan lancar.




