Situasi yang dihadapi warga di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, semakin mendesak menjelang bulan Ramadan. Para penduduk berharap agar rumah mereka dapat segera bersih dari lumpur yang menggenangi halaman dan interior rumah mereka.
Dalam suasana yang penuh harapan ini, mereka berupaya melakukan pembersihan meski dengan keterbatasan alat dan tenaga. Rohana, salah seorang warga, menyatakan keinginan yang sama untuk membersihkan rumah menjelang bulan suci, agar tetap dapat beraktivitas dengan nyaman.
Desakan untuk Penanganan Segera pada Kondisi Pasca Banjir
Satu masalah utama yang dihadapi adalah lumpur yang menghalangi akses ke rumah. “Kami sangat berharap lumpur dikeruk, karena jika tidak, saat kami membersihkan rumah, air akan kembali masuk,” keluh Rohana.
Setiap kali hujan turun, air kembali menggenangi area dalam rumah mereka. Hal ini disebabkan posisi tanah di luar rumah yang lebih tinggi dibandingkan dengan interior rumah, membuat derasnya hujan semakin menyulitkan situasi.
Berbagai upaya dilakukan Rohana dan suaminya untuk membersihkan lumpur yang sudah tinggi hampir 1,5 meter. Namun, tanpa alat berat yang memadai, pekerjaan ini terasa sangat berat dan melelahkan.
Keterbatasan Sumber Daya dan Harapan untuk Bantuan
Keterbatasan dana menjadi salah satu penghalang mereka dalam melakukan pembersihan secara efektif. “Kami tidak sanggup membayar orang untuk membantu, karena semua yang ada di rumah tidak bisa kami gunakan lagi,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Situasi seperti ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi banyak warga setelah bencana alam. Mereka tidak hanya berjuang membersihkan rumah, tetapi juga menghadapi realitas bahwa banyak barang berharga yang telah rusak.
Pihak warga berharap akan adanya tambahan alat berat dari pemerintah untuk membantu mereka dalam membersihkan rumah-rumah yang paling parah terkena dampak banjir bandang. Harapan ini menjadi sebuah motivasi bagi mereka untuk tidak menyerah dalam menghadapi keadaan sulit ini.
Solidaritas dan Komunitas dalam Menghadapi Krisis
Sikap saling membantu antar tetangga pun terlihat jelas dalam komunitas ini. Mereka saling gotong royong untuk menyediakan dukungan satu sama lain dalam melewati masa sulit ini.
Rohana menekankan pentingnya kebersamaan dalam situasi seperti ini. “Kami semua merasakan hal yang sama, dan dukungan dari teman-teman tetangga sangat berarti,” tuturnya.
Bukan hanya fisik, tetapi juga mental, kesulitan ini bisa menjadi beban berat bagi warga. Dengan adanya solidaritas, mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan yang ada.




