Calon Kapolri Suyudi Ario Seto baru-baru ini mengungkapkan hasil jajak pendapat dari berbagai lembaga survei yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, yang berlangsung di kompleks parlemen Jakarta.
“Data survei sebaiknya dibaca dengan jernih dan tidak dijadikan alat kepentingan,” ungkap Suyudi, mengingatkan semua pihak untuk memahami konteks dan tujuan dari survei tersebut.
Suyudi memberikan contoh dari survei Litbang Kompas yang dilakukan pada April 2026, di mana 82,4 persen responden menyatakan keyakinan bahwa kinerja Polri akan terus meningkat di masa mendatang. Ini merupakan kabar positif yang perlu dicermati lebih lanjut.
Analisis Jajak Pendapat Terhadap Kinerja Polri di Tahun 2026
Suyudi menyebutkan bahwa citra positif Polri mengalami peningkatan dari 64,4 persen pada tahun 2025 menjadi 71,5 persen pada tahun 2026. Ini menunjukkan adanya tren positif dalam pandangan masyarakat terhadap kepolisian, yang mencerminkan perbaikan dalam kinerja mereka.
Kepuasan masyarakat terhadap layanan Polri juga meningkat, dari 65,3 persen menjadi 67,6 persen. Indeks profesionalitas layanan Polri pun menunjukkan pertumbuhan, dari nilai 7,76 menjadi 8,37, yang menandakan adanya peningkatan kualitas dalam pelayanan publik.
Penting untuk diingat bahwa hasil jajak pendapat dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga menunjukkan bahwa 71 persen responden percaya kepada Polri dalam penegakan hukum. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi terhadap institusi tersebut.
Pengaruh Survei terhadap Strategi Polri ke Depan
Suyudi menegaskan bahwa meskipun ada peningkatan dalam angka-angka tersebut, hal ini bukanlah alasan untuk berpuas diri. “Angka-angka ini adalah modal untuk terus berbenah, sedangkan angka yang rendah harus menjadi peringatan untuk berupaya lebih baik,” tambahnya.
Survei Nasional Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada Januari 2026 mencatat bahwa 67 persen responden cukup atau sangat percaya terhadap Polri. Ini menjadi indikator bahwa meskipun ada kemajuan, masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan publik lebih jauh lagi.
Semua hasil survei, menurut Suyudi, seharusnya dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman masyarakat dalam berinteraksi dengan Polri, sekaligus menjawab kritik yang ada.
Reformasi Internal Polri dan Tantangan ke Depan
Suyudi juga menyoroti bahwa capaian internal Polri harus dianalisis bersamaan dengan pengalaman masyarakat. Pola pengaduan dan umpan balik dari masyarakat menunjukkan bahwa ada berbagai aspek seperti pelayanan, integritas, dan penggunaan kewenangan yang masih perlu diperbaiki.
Kesadaran akan kebutuhan reformasi internal menjadi hal yang penting bagi Suyudi, terutama dalam konteks meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Pelayanan yang baik dan transparan adalah kunci untuk mencapai citra positif Polri di mata publik,” jelasnya.
Hasil uji kelayakan dan kepatutan yang disetujui oleh Komisi III DPR memungkinkan Suyudi untuk melanjutkan tugasnya sebagai Kapolri, menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Ini merupakan langkah penting dalam perencanaan ke depan bagi Polri.











