Di Jakarta Utara, banyak nelayan tradisional terpaksa berdiam diri di darat akibat kondisi cuaca yang ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang melanda daerah pesisir, menghalangi mereka untuk melaut yang merupakan sumber penghidupan utama.
Situasi ini telah berlangsung sejak awal pekan, tepatnya pada hari Senin. Para nelayan di Kalibaru, Cilincing, Marunda, dan Muara Angke merasa sangat terpengaruh dengan adanya gelombang tinggi yang membuat mereka tidak berani melaut.
Mereka yang tergabung dalam perkumpulan nelayan tradisional mengungkapkan harapan akan adanya perhatian dari pemerintah. Terlebih, dengan kondisi cuaca yang terus memperburuk situasi, dukungan menjadi semakin mendesak.
Cuaca Buruk Mengganggu Aktivitas Nelayan Tradisional
Cuaca buruk yang melanda Jakarta Utara ini telah menimbulkan dampak signifikan. Nelayan M. Tahir menjelaskan bahwa ombak yang tinggi dan angin kencang berpotensi membahayakan keselamatan mereka saat melaut. Para nelayan tidak memiliki opsi lain kecuali menunggu kondisi membaik.
Selain itu, hal ini juga berdampak pada ketahanan pangan lokal. Dengan nelayan yang tidak dapat melaut, pasokan ikan ke pasar-pasar lokal terganggu yang berpotensi mengakibatkan kenaikan harga. Para pedagang dan konsumen di Jakarta pun menyampaikan kekhawatiran terkait masalah ini.
Beberapa nelayan pun telah merasakan dampak langsung dari kondisi ini. Banyak dari mereka yang mengandalkan hasil tangkapan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penundaan kegiatan melaut selama beberapa hari menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Dukungan Pemerintah Diharapkan untuk Meringankan Beban
Seiring dengan meningkatnya tuntutan kebutuhan pangan, para nelayan berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah. Dalam pernyataannya, M. Tahir menekankan pentingnya bantuan berupa paket makanan atau bantuan keuangan untuk membantu mereka bertahan selama periode sulit ini.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai mitigasi bencana dan cuaca ekstrem. Edukasi tentang keselamatan saat melaut penting untuk mencegah kecelakaan di masa mendatang.
Dukungan kepada nelayan juga dapat berupa penyaluran bantuan peralatan yang lebih baik. Peralatan yang memadai dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi kerja mereka saat beraktivitas kembali di laut.
Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait cuaca ekstrem di Jakarta. Hujan dan petir diperkirakan akan kembali melanda kota metropolitan ini selama beberapa hari ke depan.
Menurut BMKG, potensi cuaca buruk ini tidak hanya berlaku untuk Jakarta Utara, tetapi juga menjangkau sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi secara berkala.
BPBD Jakarta juga telah mengingatkan agar warga bersiap menghadapi kemungkinan terburuk selama tiga hari ke depan. Pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak mengambil risiko di area yang rawan saat hujan deras dan angin kencang.




