Aksi teror yang menimpa beberapa influencer baru-baru ini mengundang perhatian serius dari berbagai kalangan. Beberapa di antaranya adalah DJ Donny dan Sherly Annavita, yang menjadi korban teror yang seharusnya tidak terjadi dalam masyarakat yang berkembang.
Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, turut mengecam tindakan tersebut dengan menegaskan bahwa perilaku seperti ini mencerminkan ketidakmatangan individu yang merasa terancam oleh kritik. Dalam pandangannya, tindakan teror adalah manifestasi dari orang-orang yang tidak siap menerima kritik yang konstruktif.
Sitorus mengungkapkan bahwa ketidakmampuan untuk menerima perbedaan pendapat bisa dianggap sebagai perilaku yang kekanak-kanakan. Hal ini menunjukkan bahwa ada yang salah dalam cara mereka menyikapi situasi sosial yang terjadi di sekitar mereka.
Reaksi Para Politikus Mengenai Komentar dan Tindakan Teror
Guntur Romli, rekan separtai Deddy, juga turut berkomentar keras mengenai tindakan teror tersebut. Ia menyebut aksi ini sebagai tindakan pengecut yang berusaha membungkam suara rakyat yang ingin menyampaikan kritik.
Menurutnya, teror tidak hanya merugikan individu yang menjadi sasaran, tetapi juga mengancam prinsip-prinsip demokrasi itu sendiri. Kritikan yang disuarakan oleh masyarakat harusnya dihadapi dengan baik, bukan dengan cara yang menakut-nakuti.
Romli menegaskan bahwa tindakan teror tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, hal ini justru akan meningkatkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang merasa haknya diabaikan. Penindasan semacam itu hanya akan membuat ketegangan semakin meningkat.
Aksi Teror dan Dampaknya Terhadap Kebebasan Berpendapat
Deddy Sitorus menjelaskan lebih jauh terkait dampak dari aksi teror. Ia menegaskan bahwa tekanan seperti ini tidak hanya berdampak pada individu yang diserang tetapi juga menciptakan iklim ketakutan di masyarakat.
Hal ini, menurut Sitorus, dapat menghambat kebebasan berpendapat dan berdiskusi. Masyarakat menjadi enggan untuk menyuarakan pendapatnya jika merasa akan diancam atau diserang balik.
Politikus tersebut juga menambahkan bahwa penting bagi masyarakat untuk tetap bersuara meskipun dalam keadaan tertekan. Suara rakyat merupakan aspek fundamental dalam membangun negara yang demokratis dan terbuka.
Mendorong Dialog Terbuka dalam Masyarakat
Pentingnya dialog terbuka dalam menyikapi perbedaan pendapat harus terus didorong. Dialog yang konstruktif dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik antara berbagai pihak.
Romli menekankan bahwa setiap kritik yang dilontarkan merupakan bagian dari proses demokrasi. Dengan mendengarkan suara rakyat, pemerintah dapat lebih memahami kebutuhan dan harapan masyarakat.
Masyarakat yang merasa didengarkan akan lebih percaya pada sistem pemerintahan dan lebih siap untuk berkolaborasi dalam mengatasi masalah. Oleh karena itu, dialog yang terbuka sangat dibutuhkan.




