Seorang perempuan berusia 50 tahun yang merupakan Warga Negara Asing ditemukan tewas dengan cara menggantung diri di kediamannya di Badung, Bali. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang expatriat yang hidup di luar negeri dan menunjukkan dampak besar dari keadaan psikologis seseorang terkait dampak perang di negara asalnya.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis pagi dan menyebabkan kepanikan di lingkungan sekitar. Penemuan jenazahnya dilakukan oleh seorang saksi yang bekerja di rumah tersebut, yang kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.
Menurut keterangan saksi bernama NWL, ia melihat korban dalam keadaan menggantung pada pukul 10:00 WITA saat memberikan makan kepada kucingnya. Instingnya langsung mendorongnya untuk berlari ke dalam rumah dan memanggil suaminya serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Proses Penemuan dan Evakuasi Korban
Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, pejabat dari Polres Badung, menyampaikan bahwa korban dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses evakuasi memakan waktu dan juga menimbulkan kekhawatiran di kawasan sekitar.
Korban ditemukan dalam posisi tergantung di garasi rumah dengan kondisi tubuh yang sudah terlihat lebam. Kejadian ini menjadi titik perhatian karena ada indikasi bahwa korban mengalami masalah psikologis yang mendalam sebelum peristiwa tragis ini terjadi.
Menurut informasi yang didapat, pemilik rumah yang disewa oleh korban pernah membawanya untuk mendapatkan perawatan medis karena dugaan depresi. Keterangan tersebut menjadi petunjuk penting untuk memahami konteks psikologis di balik tindakan bunuh diri tersebut.
Depresi dan Dampaknya terhadap Korban
Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa korban mengalami depresi. Beberapa saksi juga mengungkapkan bahwa ia hampir tidak pernah keluar rumah dan lebih memilih untuk menyendiri, yang menjadi tanda adanya masalah mental yang tidak tertangani.
Keadaan mental korban diduga berkaitan dengan konflik yang berlangsung di negaranya, Rusia, khususnya terkait dengan perang yang telah mempengaruhi kehidupannya. Menghadapi kekacauan tersebut, ia merasa putus asa dan kehilangan arah dalam hidupnya.
Selain itu, barang-barang yang ditinggalkan korban memuat fakta bahwa ia memiliki sejumlah uang tunai yang cukup. Namun, hal ini tidak cukup untuk menjaganya dari pengaruh depresi yang terus menjalar dan tidak tertangani.
Surat Wasiat yang Mengungkapkan Segala Kesedihan
Surat wasiat yang ditemukan di kediamannya menambah keinginan untuk memahami latar belakang emosional korban. Dalam surat tersebut, ia mengekspresikan ketidakberdayaannya dan ketidakpuasannya terhadap kondisi yang dihadapi.
Dalam suratnya, ia menyebutkan perasaannya yang mendalam terkait perang yang terjadi dan betapa sulitnya untuk bertahan hidup dalam situasi seperti itu. Ia mencurahkan hati tentang pergumulannya, keputusasaannya, dan bagaimana segala sesuatu tampak gelap di masa depan.
Di dalam surat, ia juga meminta agar kucing peliharaannya dirawat dengan baik, menunjukan sisi kemanusiaan yang masih tersisa di dalam dirinya. Permintaan tersebut menunjukkan kasih sayangnya serta ketertarikan terhadap kehidupan meskipun dalam keadaan yang sangat tertekan.




