Seorang perempuan berusia 38 tahun yang berasal dari Jembrana, Bali, meninggal dunia setelah didiagnosis sebagai pasien suspek rabies. Peristiwa tersebut dipicu oleh gigitan kucing yang dialaminya sekitar satu bulan sebelum ia dirawat di rumah sakit.
Perempuan tersebut, yang dikenal dengan inisial NKS, dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Negara pada malam 23 Mei dengan keluhan ketakutan akan air serta sesak napas yang parah. Diagnosis awal menunjukkan adanya gejala yang sesuai dengan rabies.
Kronologi Kasus Rabies di Jembrana, Bali
Kejadian ini bermula ketika NKS mengalami luka gigitan dari kucing. Meskipun memiliki riwayat tersebut, ia tidak mendapatkan perawatan yang tepat, termasuk vaksin anti-rabies, yang penting untuk mencegah infeksi setelah gigitan hewan yang berpotensi rabies.
Setelah ia membuat laporan kepada tim medis di RSU Negara, dokter mulai melihat tanda-tanda yang mengarah pada rabies, termasuk gelisah saat terkena angin dan takut air. Hal ini sangat mencurigakan dan menjadi perhatian serius bagi tenaga medis yang menangani kasusnya.
Dari hasil pemeriksaan, tim medis mengindikasikan adanya ensefalitis, yaitu peradangan pada otak, sehingga memerlukan perhatian intensif. NKS terus diobservasi dengan seksama mengikuti pedoman praktik klinis yang ada di rumah sakit.
Gejala dan Penanganan Awal yang Diterima Pasien
NKS mengalami serangkaian gejala yang cukup parah, termasuk hidrofobia atau ketakutan terhadap air. Ini adalah gejala klasik yang kerap dijumpai pada pasien rabies dengan gejala klinis yang sudah jelas terlihat.
Setelah hampir satu hari dirawat, kondisi NKS terus menurun. Meskipun telah mendapatkan berbagai tindakan medis, kesehatan pasien tidak menunjukkan perbaikan, bahkan terjadi perburukan yang signifikan.
Tim medis melakukan segala upaya untuk menyelamatkan nyawanya, tetapi pada 24 Mei, kondisi NKS mengalami penurunan drastis. Tindakan darurat dilakukan oleh tim medis dengan harapan mempertahankan hidupnya, namun nasib berbicara lain.
Kematian yang Menghentak Wilayah Jembrana
Pada pagi hari 24 Mei, NKS dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Momen tragis ini menjadi sorotan di masyarakat, mengingat tingginya angka kejadian rabies yang kerap terjadi di daerah tersebut. Kematian NKS menjadi pelajaran penting bagi warga sekitar untuk lebih waspada terhadap hewan peliharaan serta pentingnya vaksinasi rabies.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa seluruh prosedur medis telah dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku, namun sayangnya, kasus rabies ini menunjukkan betapa membahayakannya penyakit tersebut jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Warga diimbau untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka serta tidak ragu untuk mencari bantuan medis setelah mengalami gigitan hewan dengan riwayat rabies. Peningkatan kesadaran adalah langkah vital untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.













