TasteAtlas kembali menghujani perhatian pada jajanan tradisional Indonesia melalui penilaian kuliner dunia. Dalam daftar terbaru mereka, batagor berhasil meraih peringkat kedua dengan rating 4,4 dari 5, menjadikannya sebagai kuliner Indonesia dengan posisi tertinggi dalam kategori gorengan.
Menurut rilis resmi TasteAtlas, batagor hanya kalah dari chikin asal Korea Selatan, sedangkan posisi ketiga diisi oleh Jalea Paruana dari Peru. Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan eksposur makanan lokal di panggung internasional.
Pemeringkatan yang dilakukan oleh TasteAtlas didasarkan pada kontribusi dan penilaian dari pengguna di seluruh dunia yang kemudian diseleksi dengan cermat. Hasil penilaian ini memberikan gambaran yang lebih objektif dan kredibel tentang kelezatan berbagai jenis makanan.
Sistem yang digunakan oleh TasteAtlas bertujuan untuk menghapus semua bentuk penilaian yang tidak valid, seperti yang ditulis oleh bot atau terpengaruh oleh sentimen lokal yang berlebihan. Penilaian juga diberikan bobot lebih jika dilakukan oleh pengguna yang dikenal memiliki pengetahuan tentang kuliner.
Sampai pertengahan September 2026, lebih dari 28.000 penilaian telah dikumpulkan, dengan 22.794 di antaranya dianggap valid. Angka ini mencerminkan ketertarikan global terhadap keanekaragaman kuliner Indonesia.
Menggali Keunikan dan Asal Usul Batagor
Batagor berasal dari kota Bandung yang terkenal dengan kulinernya yang beragam dan lezat. Makanan ini merupakan singkatan dari ‘Bakso Tahu Goreng’ yang menyiratkan bahwa batagor terbuat dari perpaduan adonan ikan dan tahu yang dibungkus dengan kulit pangsit.
Jika kita melihat lebih dalam, batagor memiliki sejarah yang kaya, mencerminkan tradisi kuliner yang telah ada selama puluhan tahun. Setiap gigitannya mewakili pengalaman gastronomi yang menggugah selera, menjadikannya pilihan favorit bagi masyarakat lokal maupun turis.
Penyajian batagor biasanya dilakukan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian kecil yang lebih mudah disantap. Hal ini tidak hanya meningkatkan presentasi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk merasakan setiap komponen secara optimal saat menyiramkan saus kacang.
Saus kacang yang dipakai memiliki peran besar dalam memperkaya cita rasa batagor. Paduan rasa manis dan gurih dari saus tersebut, dikombinasikan dengan jeruk nipis, menciptakan harmonisasi rasa yang sukar dilupakan oleh siapa pun yang mencobanya.
Batagor dapat dijumpai di berbagai tempat di Indonesia, baik di pedagang kaki lima maupun restoran. Dengan variasi penyajian yang beragam, batagor terus beradaptasi dengan selera lokal sekaligus menjaga keaslian cita rasa aslinya.
Budaya Kuliner yang Mendukung Keberhasilan Batagor
Popularitas batagor menunjukkan bahwa masyarakat semakin menghargai produk kuliner lokal. Makanan ini telah menjadi simbol identitas budaya yang merangkum cita rasa dan sejarah kuliner Indonesia.
Mendalami kuliner Indonesia tidak bisa dipisahkan dari konteks sosial dan budaya yang melingkupinya. Setiap suapan batagor adalah pengingat akan keragaman dan kekayaan yang ada dalam tradisi kuliner bangsa.
Industri kuliner Indonesia pun menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, diiringi oleh meningkatnya minat global terhadap masakan tradisional. Hal ini membuka pintu bagi chef dan pengusaha lokal untuk mengeksplorasi dan mempromosikan kuliner mereka.
Seiring dengan perkembangan media sosial, banyak pelaku usaha yang berhasil menarik perhatian publik dengan foto-foto menarik dari sajian batagor mereka. Fenomena ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menyebarkan cinta terhadap kuliner Indonesia ke seluruh dunia.
Pemberian penghargaan kepada batagor menegaskan pentingnya dukungan terhadap produk lokal. Ini menunjukkan bahwa ada banyak potensi yang bisa dieksplorasi serta dikembangkan, baik dalam aspek kuliner maupun ekonomi.
Batagor dalam Konteks Internasional dan Globalisasi Kuliner
Dengan peringkat yang diraih, batagor kini mendapatkan perhatian yang lebih besar di kancah internasional. Hal ini menjadi peluang untuk menarik wisatawan yang ingin merasakan keunikan rasa dari Indonesia.
Pergeseran kuliner global memberikan kesempatan bagi batagor untuk bersaing di pasar internasional. Makanan ini tidak hanya sekadar catering keperluan lokal, tetapi sudah memasuki ranah yang lebih luas.
Pengenalan batagor ke panggung dunia juga menjadi tantangan besar bagi pelaku industri kuliner lokal. Mereka harus mampu mempertahankan rasa otentik sambil berinovasi agar dapat diterima oleh berbagai kalangan.
Kolaborasi antara chef lokal dan internasional juga menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan batagor. Melalui pendekatan ini, batagor bisa dipadukan dengan berbagai bahan lain tanpa menghilangkan esensi rasa yang telah melekat di hati penggemarnya.
Pada akhirnya, kesuksesan batagor dalam daftar 50 gorengan terlezat dunia adalah pengingat bahwa makanan tidak hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga bisa menjadi jembatan budaya yang mempertemukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.











