Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur baru-baru ini telah mengukuhkan Emil Elestianto Dardak sebagai calon tunggal Ketua DPD untuk periode 2026-2031. Pengusulan nama Emil disetujui secara aklamasi oleh seluruh pemegang hak suara yang hadir, menegaskan dukungan penuh kepada figur yang sudah dikenal dalam partai tersebut.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat menyampaikan bahwa seluruh unsur pemegang suara, yang terdiri dari 38 DPC Demokrat kabupaten/kota, DPD Demokrat Jawa Timur, serta DPP Demokrat, menyatakan dukungan yang solid untuk Emil. Ini mencerminkan kekompakan yang kuat dalam mendukung kepemimpinan yang dijadwalkan dimulai pada periode mendatang.
“Kita sahkan ini sebagai aklamasi untuk Pak Emil Dardak mengemban amanah memimpin Demokrat Jawa Timur,” ujar Sekjen DPP dalam acara yang berlangsung di Novotel Surabaya. Musda ini menjadi landasan penting untuk mempersiapkan langkah-langkah strategis selanjutnya.
Pentingnya Dukungan Kader Untuk Kemajuan Partai
Emil Dardak sendiri menunjukkan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Jawa Timur. Menurutnya, peran seluruh kader sangat krusial dalam mencapai tujuan tersebut, dan ia ingin memastikan bahwa semua orang di dalam partai merasa terlibat dan memiliki peran penting dalam setiap kegiatan.
“Kita akan bekerja sama dalam berbagai agenda program kerja. Hari ini, hasil Musda sudah dikirimkan ke DPP untuk segera dibahas,” jelas Emil. Hal ini menunjukkan kesiapan dan keseriusannya dalam mengambil langkah efektif untuk memenangkan hati masyarakat.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya loyalitas di kalangan anggota partai. Emil berupaya untuk memastikan bahwa semua kader bersatu, dengan semangat yang sama dalam mengejar visi dan misi Partai Demokrat ke depan. Koordinasi yang efektif di tingkat daerah akan menjadi kunci dalam pencapaian tersebut.
Target Cita-cita Politisi Muda dalam Pemilihan Umum
Emil menargetkan agar setiap daerah pemilihan di Jawa Timur mampu meloloskan setidaknya satu wakil legislatif pada berbagai tingkat, mulai dari DPRD Kabupaten/Kota hingga DPR RI. Target ini sangat ambisius, tetapi menurutnya sangat mungkin dicapai dengan strategi yang tepat dan kerja keras dari semua anggota partai.
“Kami berupaya agar setiap penjuru Jawa Timur bisa diwakili oleh Partai Demokrat di Senayan. Hal ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat,” ungkap Emil. Sikap optimisnya mencerminkan keyakinan akan potensi partai di mata publik.
Beliau juga menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap janji yang diberikan harus diikuti dengan tindakan konkret. Ini adalah langkah yang diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga merasakan manfaat nyata dari partai.
Doa dan Dukungan dari Para Pemimpin Daerah
Di acara Musda tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga turut memberikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar Emil Dardak dapat melanjutkan kepemimpinan yang telah terjalin selama tujuh tahun ini. Khofifah mengingat bagaimana keduanya berhasil membangun suasana pemerintahan yang kondusif dan produktif di Jawa Timur.
“Partai Demokrat telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam proses politik kami. Dukungan tersebut tidak hanya terlihat selama pemilihan, tetapi juga dalam berbagai inisiatif yang kami jalani,” kata Khofifah. Ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara politisi dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Khofifah juga mendoakan agar Emil bisa menjadi pemimpin nomor satu di Jawa Timur kelak. Momen ini menandai keinginan besar dari banyak pihak untuk melihat kepemimpinan yang berkelanjutan dan mampu menghadirkan perubahan positif.
Dukungan serupa juga dinyatakan oleh KH Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet. Ia menggarisbawahi komitmennya untuk mendukung Emil dalam mewujudkan visi-visi yang lebih besar bagi masyarakat Jawa Timur.
“Saya tidak ragu-ragu dalam memberikan dukungan. Saya yakin Emil akan mampu meneruskan kepemimpinan yang sudah baik dari Bu Khofifah,” ungkap Kiai Asep. Dia mencerminkan harapan dari masyarakat agar pemimpin yang akan datang bisa berfokus pada kesejahteraan bersama.













