Insiden kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa II pada tanggal 2 Agustus telah menghebohkan masyarakat dan menciptakan momen ketegangan bagi semua penumpang yang berlayar pada saat itu. Dalam kejadian yang berlangsung di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, banyak penyintas yang menceritakan pengalaman menegangkan mereka saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang membara.
Pagi yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka mendengar teriakan panik tentang kebakaran di kapal. Salah satu penumpang muda, Arya, menceritakan betapa mendebarkannya saat ia mendengar teriakan bahwa mobil di dalam kapal terbakar, memicu kepanikan di antara penumpang lainnya.
Ketika mendengar teriakan tersebut, Arya yang saat itu sedang menikmati sarapan cepat-cepat mencari pelampung. Meskipun sambil bergegas, ia masih merasakan keinginan untuk menyelamatkan diri dan teman-teman yang lain di dalam kapal tersebut.
Chronology Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
Menurut laporan, kebakaran mulai diketahui oleh petugas SAR pada pukul 08.24 WIB setelah mendapatkan informasi dari Syahbandar Tanjung Perak. Tidak lama setelah itu, operator kapal pun memberikan konfirmasi mengenai insiden tersebut.
KMP Mutiara Sentosa II inilah yang berlayar dari Surabaya ke Makassar dengan membawa sekitar 250 penumpang. Pakar keselamatan maritim menjelaskan bahwa paparan asap dan kobaran api yang hebat di bagian dek kapal membuat situasi semakin mendesak bagi setiap penumpang.
Nakhoda kapal sempat melaporkan bahwa kebakaran terjadi antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, setelah itu komunikasi terputus. Hal inilah yang membuat tim SAR harus bekerja cepat untuk melakukan langkah-langkah evakuasi.
Dampak Psikologis pada Penyintas Kebakaran
Para penyintas tidak hanya menghadapi bahaya fisik, tetapi juga dampak psikologis dari pengalaman traumatis tersebut. Arya, yang terpaksa terombang-ambing di laut selama lima jam, mengungkapkan bahwa rasa panik dan ketidakpastian menghantuinya saat menunggu bantuan.
Penyintas lain, Reza, juga merasakan dampak serupa. Ketika kebakaran melanda, ia terpaksa meninggalkan makanan dan berfokus untuk menyelamatkan dirinya. Pengalaman tersebut bukan hanya menguras fisik, tetapi juga mental.
Pendukung kesehatan mental menganjurkan agar para penyintas mendapatkan konseling setelah peristiwa traumatis, terutama setelah mengalami situasi berbahaya seperti kebakaran kapal. Dukungan sosial dari keluarga dan teman-teman pun sangat penting untuk membantu mereka pulih.
Operasi Penyelamatan oleh Tim SAR
Tim SAR yang bertugas segera melakukan koordinasi dengan berbagai instansi dalam menghadapi situasi darurat ini. Pada pukul 09.00 WIB, mereka mulai mendeteksi lokasi kapal dan melakukan pencarian dengan kapal yang lebih besar.
Pada pukul 09.45 WIB, hasil komunikasi menunjukkan bahwa posisi KMP Mutiara Sentosa II berada 19 mil laut dari Pulau Buruan. Hal ini memungkinkan tim SAR untuk mendekat dan mengevakuasi para penyintas.
Bersama dengan kapal tanker Pertamina yang berada di sekitar lokasi, 12 penyintas berhasil diselamatkan. Dari situasi ini terlihat bahwa kerjasama lintas sektor sangat penting dalam aksi penyelamatan yang mendesak.













