Partai Ummat telah mengumumkan kepengurusan baru untuk periode 2026-2031, dengan Ansufri Idrus Sambo menjabat sebagai Ketua Umum dan Heikal Safar sebagai Ketua Harian DPP. Pengukuhan ini berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, dan digelar pada Sabtu, 26 September.
Dalam acara tersebut, Ansufri menyampaikan bahwa perubahan kepengurusan ini merupakan amanah dari pendahulunya, Ridho Rahmadi, yang sebelumnya memimpin partai. Ia menekankan bahwa kepengurusan baru ini diharapkan dapat membawa semangat dan budaya baru dalam perjuangan Partai Ummat.
Dalam sambutannya, Ansufri mengungkapkan bahwa partai akan mengadopsi cara berpikir dan bekerja yang lebih baik. Ia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas organisasi dan fokus pada tujuan bersama yang lebih besar.
Kepengurusan Baru: Membawa Budaya Kerja dan Sinergi
Ansufri Idrus Sambo menggarisbawahi pentingnya perubahan budaya dalam partai. Ia berharap agar anggota beralih dari sikap menunggu menjadi lebih proaktif dalam bekerja secara kolektif.
“Dari budaya menunggu yang sering kita lakukan, menuju budaya yang bekerja,” tegasnya. Hal ini mencerminkan harapan untuk membangun keterlibatan aktif dari seluruh kader.
Ia juga menekankan perlunya mengurangi ketergantungan pada tokoh tertentu dan lebih fokus pada penguatan nilai dan sistem dalam organisasi. Hal ini diharapkan dapat menghindari perpecahan dan menciptakan kekuatan kolektif.
Pentingnya Konsolidasi dan Desentralisasi Struktural
Untuk mencapai tujuan besar tersebut, Ansufri mendorong semua kader untuk memperkuat struktur organisasi dari pusat hingga daerah. Ini penting agar partai bisa lolos verifikasi dan berpartisipasi dalam Pemilu 2029 yang akan datang.
“Kita perlu memperbaiki konsolidasi dan menumbuhkan budaya musyawarah,” ujarnya. Kader diharapkan bisa saling menghargai dan bekerjasama demi kepentingan bersama.
Heikal Safar juga menambahkan bahwa restrukturisasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat partai. Ia percaya bahwa kepengurusan baru akan memberikan energi baru dalam menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks.
Membangun Partai yang Solid dan Responsif Terhadap Rakyat
Sebagai bagian dari visi tersebut, Heikal menjelaskan bahwa revitalisasi organisasi sangat penting untuk persiapan Pemilu mendatang. “Konsolidasi organisasi dan kaderisasi harus berjalan seiring,” katanya.
Dengan kepengurusan baru ini, Partai Ummat diharapkan dapat tetap menegakkan keadilan dan menjawab kebutuhan masyarakat. “Kita perlu membangun partai yang lebih adaptif dan responsif terhadap persoalan nyata rakyat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa keputusan dan program partai harus terlaksana dengan baik, terutama hingga ke tingkatan paling dasar. Ini untuk memastikan bahwa semua kegiatan partai benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.













