Korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh seorang pejabat kepolisian mengajukan laporan resmi ke pihak berwajib. Melalui langkah tersebut, diharapkan keadilan dapat tercapai bagi mereka yang terlibat dalam insiden yang menghebohkan ini.
Susi Suzanna, orang tua Bill Irzano, menjelaskan bahwa mereka mengambil jalur hukum untuk mencari keadilan, baik secara etik maupun pidana. Laporan yang diajukan mencakup dugaan tindak pidana penganiayaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi di Jalan Adinegoro Lubuk Buaya Padang. Kejadian terekam dengan nomor laporan LP/B/218/VIII/2026/SPKT Polda Sumatera Barat.
Dari Laporan Korban hingga Proses Hukum yang Berlanjut
Menurut penjelasan Susi, proses pelaporan berlangsung di Paminal Ditpropam dan SPKT pada hari yang sama kejadian terjadi. Ia menegaskan bahwa keadilan adalah hal utama yang mereka cari dalam kasus ini.
Pemukulan yang dialami Bill terjadi pada Jumat pagi saat ia dalam perjalanan untuk menjemput seorang pejabat penting. Dalam rutinitasnya, Bill merupakan tenaga honorer di sebuah instansi pemerintahan daerah.
Insiden tersebut berawal ketika Bill, yang mengendarai kendaraan dinas, mendahului mobil dinas polisi. Hal ini memicu reaksi marah dari pengemudi dan penumpang mobil dinas polisi tersebut.
Detail Insiden Pemukulan yang Mengejutkan
Setelah mendahului, Bill melihat mobil dinas polisi menyalakan lampu strobo dan sirine. Dalam situasi yang tegang, Bill berhenti dan berinisiatif untuk meminta maaf atas tindakannya yang dianggap melanggar itu.
Dari mobil dinas, Kombes Teddy Fanani turun dengan cepat. Kebetulan, pria lain yang diduga stafnya juga ikut menuruni mobil pada saat yang sama.
Bill mengisahkan bahwa saat itu ia didorong oleh seorang laki-laki tidak dikenal setelah meminta maaf. Sebelum ia bisa berbuat banyak, Kombes Teddy langsung melakukan pemukulan ke arahnya.
Aksi Kekerasan dan Dampaknya pada Korban
Usaha Bill untuk membela diri dengan menangkis serangan Kombes Teddy tidak berhasil sepenuhnya. Muka sebelah kiri Bill mengalami luka lebam dan bengkak akibat pukulan yang diterimanya.
Di tengah insiden tersebut, Bill tetap berusaha menjelaskan permohonan maafnya. Sayangnya, tindak kekerasan tetap terjadi meski ia sudah meminta maaf.
Pengalaman tersebut menjadi trauma tersendiri bagi Bill dan keluarganya. Harapan mereka kini tertuju pada kepastian hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat dalam insiden yang tidak seharusnya terjadi.













