Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Tri Tito Karnavian, memberikan penghargaan yang tinggi kepada kader-kader yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Dalam pidatonya saat pembukaan Sosialisasi Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu di Kota Denpasar, Bali, pada hari Rabu, ia menegaskan bahwa kontribusi kader PKK yang bekerja sukarela harus mendapat dukungan melalui pembinaan yang tepat.
Tri mengingatkan bahwa kader PKK menjalankan tugas mereka dengan komitmen tanpa pamrih, yang menjadikan mereka sangat penting dalam pengembangan masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada penghargaan yang pantas dan dorongan bagi mereka untuk terus menjalankan amanat tersebut demi kebaikan bersama.
Merespons laporan mengenai sistem denda terhadap kader Dasawisma yang gagal memenuhi target, Tri mendorong evaluasi terhadap praktik tersebut. Menurutnya, program ini harus tetap berpegang pada prinsip kesukarelaan tanpa menciptakan tekanan melalui denda yang tidak tepat.
Pentingnya Peran Kader PKK dalam Masyarakat yang Aman dan Sehat
Tri menyatakan bahwa kader PKK dan Posyandu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat. Mereka menjadi garda terdepan dalam interaksi langsung dengan warga, yang memungkinkan mereka mendeteksi masalah sosial yang seringkali mengancam keselamatan masyarakat.
Pemahaman tentang kesadaran hukum juga menjadi fokus dalam sosialisasi tersebut, khususnya terkait perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan. Sosialisasi ini memungkinkan kader untuk lebih memahami hak-hak masyarakat dan secara aktif mengambil bagian dalam upaya pencegahan kekerasan.
Ia juga menyoroti keengganan masyarakat untuk membantu korban kekerasan di tempat umum. Kekhawatiran akan konsekuensi hukum sering kali mengakibatkan ketidakpedulian terhadap sesama, sehingga perlu adanya peningkatan kesadaran untuk melawan rasa takut tersebut.
Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak Melalui Sosialisasi
Di dalam acara tersebut, Tri menekankan bahwa salah satu tugas kader PKK adalah mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan bantuan kepada korban kekerasan. Dukungan dari masyarakat akan sangat berarti bagi korban yang sering merasa sendiri dalam menghadapi situasi sulit ini.
Pelindungan anak juga harus mendapat perhatian lebih dalam keluarga, di mana lingkungan rumah seharusnya menjadi tempat yang aman untuk mereka. Setiap anak berhak merasakan keamanan dari segala bentuk kekerasan.
Tri berharap kader PKK dan Posyandu aktif dalam mensosialisasikan pentingnya pemenuhan hak anak. Dengan cara ini, mereka dapat membantu mencegah kejadian kekerasan di lingkungan sekitar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab bersama dalam perlindungan anak.
Inovasi dalam Registrasi Posyandu melalui Sistem Informasi Posyandu
Provinsi Bali mendapat apresiasi khusus dari Tri atas penerapan Sistem Informasi Posyandu (SIP) yang telah berjalan dengan baik. Bali menjadi salah satu daerah yang pertama kali melakukan registrasi Posyandu secara menyeluruh, yang menunjukkan keseriusan dalam memperkuat lembaga pemberdayaan masyarakat.
Sosialisasi yang dilaksanakan di Pulau Dewata ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada daerah yang telah maju dalam registrasi Posyandu. Hal ini membuktikan bahwa upaya lokal dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tri berharap bahwa kegiatan sosialisasi ini, yang melibatkan praktisi hukum dari berbagai organisasi, dapat menjadi sebuah peluang bagi kader untuk memperluas wawasan tentang hukum. Dengan pengetahuan ini, mereka diharapkan mampu melakukan langkah-langkah pencegahan kekerasan serta memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak di lingkungan mereka.













