Thursday, October 15, 2026
  • Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Bentogroup.co.id
Advertisement
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
No Result
View All Result
Home Tempat Makan

DPR Tegaskan Tidak Menolak Bahasan RUU Perampasan Aset, Target Selesai Tahun Ini

Andrew SH by Andrew SH
July 15, 2026
in Tempat Makan
406 17
0
DPR Tegaskan Tidak Menolak Bahasan RUU Perampasan Aset, Target Selesai Tahun Ini
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wakil Ketua DPR Sari Yuliati menegaskan bahwa DPR tidak menolak untuk membahas RUU Perampasan Aset. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap berbagai isu yang beredar di media sosial, yang menyatakan bahwa DPR mengabaikan pembahasan RUU tersebut.

Sari menekankan bahwa berita yang mengatakan DPR telah menolak RUU ini sepenuhnya tidak benar. Ia juga menginformasikan bahwa saat ini RUU Perampasan Aset sudah masuk dalam Prolegnas Prioritas untuk tahun 2026.

You might also like

Asap Beracun dan Langit Jingga di Kalimantan Tengah

Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, delapan warga mengalami luka-luka

Pria Pembawa Golok Jadi Tersangka Pembubaran Ibadah GKPI Tak Ditahan

“Kami masih dalam tahap penyusunan naskah dan pengumpulan aspirasi di Komisi III DPR,” ungkap Sari saat membuka Rapat Paripurna, sekaligus menjelaskan pentingnya partisipasi publik dalam proses ini.

Lebih lanjut, Sari menyatakan bahwa Komisi III DPR sedang bekerja keras untuk menghimpun masukan dari masyarakat untuk memastikan bahwa RUU ini mencerminkan aspirasi publik. Meskipun banyak tuntutan untuk segera menyelesaikannya, mereka ingin proses ini lebih inklusif dan bermakna.

Penekanan pada partisipasi publik juga diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR lainnya, Saan Mustopa, yang menambahkan bahwa RUU Perampasan Aset diharapkan bisa diselesaikan pada tahun ini. Hal ini menunjukkan komitmen DPR untuk menyelesaikan agenda legislasi yang penting ini.

Pentingnya RUU Perampasan Aset dalam Konteks Hukum dan Ekonomi

RUU Perampasan Aset ini berpotensi membawa perubahan signifikan dalam cara aset-aset yang diduga diperoleh secara tidak sah dapat dikelola. RUU ini akan memberikan kerangka hukum yang lebih jelas untuk penanganan aset-aset tersebut, yang sangat penting dalam konteks pemberantasan korupsi.

Dalam konteks ekonomi, perampasan aset juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pemerintah. Ketika ada kepastian hukum mengenai pengelolaan aset, maka masyarakat akan merasa lebih aman dan berani berinvestasi.

RUU ini diharapkan tidak hanya menjadi alat penegakan hukum, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan memberantas praktik-praktik ilegal, diharapkan dana yang sebelumnya tersita dapat dialihkan untuk pembangunan yang lebih produktif.

Masyarakat juga diharapkan bisa lebih memahami dampak dari RUU ini. Peningkatan pemahaman di kalangan publik akan sangat membantu dalam proses sosialisasi dan implementasi setelah RUU ini disahkan.

Selain itu, penting bagi semua pihak untuk terlibat dalam pembahasan RUU ini. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses legislasi akan memastikan bahwa semua perspektif, termasuk suara yang terpinggirkan, dapat dipertimbangkan secara adil.

Proses Legislasi dan Tantangan yang Dihadapi

Komisi III DPR kini tengah bergerak cepat untuk memastikan bahwa RUU ini bisa segera dibahas. Habiburokhman, Ketua Komisi III, mengungkapkan bahwa jumlah rapat internal yang sudah dilakukan untuk membahas RUU Perampasan Aset sangat banyak.

Jumlah aspirasi masyarakat yang masuk juga semakin meningkat, menunjukkan minat dan harapan publik terhadap legislasi ini. Menurut Habib, rapat penyerapan aspirasi untuk RUU ini bahkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan RUU lain, menandakan urgensi yang dirasakan masyarakat.

DPR berkomitmen untuk tidak memperlambat pembahasan RUU Perampasan Aset, meskipun banyak yang beranggapan bahwa proses legislasi dalam sistem politik sering kali lambat. Pembahasan RUU yang merupakan inisiatif DPR diharapkan akan lebih cepat dibandingkan saat RUU tersebut diusulkan oleh pemerintah.

Menurut pandangan Habib, jika RUU ini menjadi inisiatif pemerintah, akan timbul banyak DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) yang perlu dibahas, sehingga waktu yang dibutuhkan bisa jauh lebih lama. Oleh karena itu, inisiatif yang diambil DPR akan lebih mempercepat proses legislasi.

Dalam konteks ini, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap pembahasan juga sangat dibutuhkan. Masyarakat berhak untuk tahu perkembangan dan hasil dari pembahasan ini, termasuk seberapa jauh aspirasi mereka diakomodasi dalam naskah RUU.

Pentingnya Melibatkan Masyarakat dalam Pembahasan RUU

Pembahasan RUU Perampasan Aset tidak bisa terpisahkan dari keikutsertaan masyarakat. Keterlibatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah keharusan untuk memastikan bahwa RUU ini relevan dan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Saan Mustopa menegaskan pentingnya metode partisipatif dalam pembahasan RUU, sehingga setiap suara dapat didengar. Keterlibatan ini diharapkan menghasilkan RUU yang tidak hanya juridis, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Saat ini, banyak masyarakat yang skeptis terhadap proses legislasi, karena sering kali dianggap tidak melibatkan publik secara aktif. Oleh karena itu, DPR perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pembahasan.

Selain melalui rapat umum, pemanfaatan teknologi informasi juga bisa menjadi sarana untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Misalnya, menggunakan platform online untuk mengumpulkan input dari publik selama proses penyusunan naskah RUU.

Pembentukan forum atau diskusi publik juga bisa menjadi langkah positif untuk memastikan partisipasi masyarakat dalam pembahasan RUU. Dengan cara ini, harapan masyarakat bisa lebih terakomodasi dan RUU yang dihasilkan akan lebih bermanfaat bagi semua pihak.

Tags: AsetBahasanDPRIniMenolakPerampasanRUUSelesaiTahunTargetTegaskanTidak
Previous Post

11 Tempat Makan di Thamrin City yang Harus Dicoba Panduan Kuliner 2026

Next Post

Keberlanjutan Penting dalam Kepemimpinan Menurut Bima Arya

Andrew SH

Andrew SH

Related Posts

Asap Beracun dan Langit Jingga di Kalimantan Tengah
Tempat Makan

Asap Beracun dan Langit Jingga di Kalimantan Tengah

by Andrew SH
October 15, 2026
Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, delapan warga mengalami luka-luka
Tempat Makan

Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, delapan warga mengalami luka-luka

by Andrew SH
October 14, 2026
Pria Pembawa Golok Jadi Tersangka Pembubaran Ibadah GKPI Tak Ditahan
Tempat Makan

Pria Pembawa Golok Jadi Tersangka Pembubaran Ibadah GKPI Tak Ditahan

by Andrew SH
October 14, 2026
KPK Amankan Logam Mulia dan Uang Tunai dalam OTT BNPB
Tempat Makan

KPK Amankan Logam Mulia dan Uang Tunai dalam OTT BNPB

by Andrew SH
October 13, 2026
Tekan Inflasi Bahan Pokok, Pemprov Jateng Luncurkan Program Pangan Murah
Tempat Makan

Tekan Inflasi Bahan Pokok, Pemprov Jateng Luncurkan Program Pangan Murah

by Andrew SH
October 13, 2026
Next Post
Keberlanjutan Penting dalam Kepemimpinan Menurut Bima Arya

Keberlanjutan Penting dalam Kepemimpinan Menurut Bima Arya

Recommended

Resep Kue Cucur Gula Merah Renyah dan Bersarang di Pinggir Tanpa Bantat

Resep Kue Cucur Gula Merah Renyah dan Bersarang di Pinggir Tanpa Bantat

August 25, 2026
6 Kesalahan Mencairkan Ayam Beku yang Harus Dihindari agar Aman untuk Dikonsumsi

6 Kesalahan Mencairkan Ayam Beku yang Harus Dihindari agar Aman untuk Dikonsumsi

October 10, 2026

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Don't miss it

Asap Beracun dan Langit Jingga di Kalimantan Tengah
Tempat Makan

Asap Beracun dan Langit Jingga di Kalimantan Tengah

October 15, 2026
Membuat Wedang Serai dengan Aroma Lebih Kuat, Simak 7 Tipsnya
Berita UMKM

Membuat Wedang Serai dengan Aroma Lebih Kuat, Simak 7 Tipsnya

October 15, 2026
10 Lurah Finalis Benyamin S Award Melakukan Presentasi Penilaian Tahap Akhir
Kabar Kuliner

10 Lurah Finalis Benyamin S Award Melakukan Presentasi Penilaian Tahap Akhir

October 15, 2026
Membuat Bakwan Sayur Renyah di Pinggir dan Trik Menghindari Kelembekan setelah Digoreng
Resep

Membuat Bakwan Sayur Renyah di Pinggir dan Trik Menghindari Kelembekan setelah Digoreng

October 15, 2026
4 Wilayah dengan Kualitas Udara Berbahaya Hari Ini
Sehat

4 Wilayah dengan Kualitas Udara Berbahaya Hari Ini

October 15, 2026
Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, delapan warga mengalami luka-luka
Tempat Makan

Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, delapan warga mengalami luka-luka

October 14, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Browse by Tag

agar Anak Ayam Camilan Cara Daging dalam dan dari dengan Diduga Empuk Goreng Gurih Hingga Jakarta Kasus Kebakaran Keluarga KPK Lembut Lezat Makan Membuat Mudah Nasi oleh Pedas Polisi Prabowo Praktis Rasa Rekomendasi Renyah Resep Rumah Tanpa Telur Tempat Terkait Tersangka Tidak untuk Warga yang

Recent News

Asap Beracun dan Langit Jingga di Kalimantan Tengah

Asap Beracun dan Langit Jingga di Kalimantan Tengah

October 15, 2026
Membuat Wedang Serai dengan Aroma Lebih Kuat, Simak 7 Tipsnya

Membuat Wedang Serai dengan Aroma Lebih Kuat, Simak 7 Tipsnya

October 15, 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In