Sunday, September 20, 2026
  • Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Bentogroup.co.id
Advertisement
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
No Result
View All Result
Home Kabar Kuliner

Hasil Psikologi Empat Terdakwa Penyiram Air Keras Dibahas dalam Sidang

Andrew SH by Andrew SH
May 7, 2026
in Kabar Kuliner
415 9
0
Hasil Psikologi Empat Terdakwa Penyiram Air Keras Dibahas dalam Sidang
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hasil analisis psikologi prajurit TNI yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia dimaparkan dalam persidangan di Pengadilan Militer. Empat terdakwa memiliki karakteristik dan pola perilaku yang beragam, menunjukkan kompleksitas dalam interaksi antara kondisi psikologis dan tindakan yang diambil.

Psykolog Pusat Psikologi TNI, Kolonel Arh Agus Syahrudin, menyampaikan hasil pemeriksaan ini secara mendetail, menjelaskan bahwa masing-masing terdakwa membawa latar belakang psikologis yang berbeda yang tentunya berpengaruh terhadap tindakan mereka. Tindakan kekerasan yang dilakukan bukan hanya mencerminkan individu, tetapi juga dapat dilihat sebagai respons terhadap lingkungan dan situasi yang ada.

You might also like

Kirim Tim Khusus untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Hujan Deras Sebabkan Banjir di Tiga Wilayah Sumut Ribuan Warga Terpengaruh

Karhutla Gunung Semeru Padam Hanguskan Tiga Ribu Tujuh Puluh Dua Hektare Lahan

Profil Psikologi Terdakwa Pertama dan Kedua

Terdakwa pertama, Sersan Dua Edi Sudarko, diidentifikasi memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas berpikir. Dia cenderung impulsif dan menghadapi kesulitan dalam memecahkan masalah yang kompleks.

Dalam analisis lebih lanjut, Edi juga menunjukkan kepribadian yang lebih agresif dan dominan. Meskipun tidak ditemukan indikasi gangguan psikologis, proses berpikirnya dapat meningkatkan risiko perilaku yang berbahaya.

Agus menambahkan bahwa terdapat rasa penyesalan mendalam dari Edi atas tindakan yang dilakukannya, yang tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada korban, keluarganya, dan institusi TNI secara keseluruhan.

Pemahaman Psikologi Terdakwa Kedua dan Ketiga

Selanjutnya, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi adalah terdakwa kedua yang juga dianalisis. Budhi ditemukan tidak memiliki kemampuan analisis yang kuat, yang membuatnya sering bertindak tanpa pertimbangan matang.

Budhi juga cenderung kurang hangat dalam berelasi dan minim empati, dengan kontrol diri yang lemah. Seperti halnya Edi, Budhi juga menunjukkan penyesalan, mengapa tindakannya itu berujung pada kerugian besar.

Terhadap Terdakwa III, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dikenal lebih mengutamakan solusi praktis dibandingkan dengan analisis mendalam dalam pengambilan keputusan. Nandala berpikiran kaku dan cenderung mengabaikan kedekatan emosional dalam interaksi dengan orang lain.

Analisis Psikologis Terdakwa Keempat dan Motif Tindak Kekerasan

Letnan Satu Sami Lakka adalah terdakwa keempat yang memiliki proses berpikir yang lebih sederhana. Meskipun Sami dapat membangun kedekatan emosional, minat sosialnya tergolong rendah.

Rasa penyesalan juga tampak kuat dalam diri Sami, yang menunjukkan dampak besar dari perbuatannya terhadap semua pihak yang terlibat. Selain itu, analisis menunjukkan potensi pola perilaku berisiko dalam diri Sami, sama seperti terdakwa lainnya.

Empat prajurit ini terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang terjadi pada malam 12 Mei 2026. Menurut pihak kejaksaan, motif tindakan tersebut berakar dari rasa dendam dan dianggap melukai martabat institusi TNI.

Amatan Terhadap Dampak Sosial dan Hukum

Kejadian ini tidak hanya menjadi isu hukum, tetapi juga menggugah kepedulian masyarakat terhadap masalah penyalahgunaan kekuasaan. Reaksi publik terhadap tindakan tersebut menunjukkan betapa pentingnya accountability dalam setiap institusi, terutama yang terkait dengan aparat keamanan.

Kasus ini menekankan perlunya suatu mekanisme pengawasan yang lebih efektif terhadap personel militer untuk mencegah terulangnya tindakan kekerasan di masa depan. Respons masyarakat yang kritis menjadi suara penting dalam proses penegakan hukum dan pencegahan tindak kekerasan.

Ketika institusi negara berhadapan dengan situasi seperti ini, penting untuk mengevaluasi kembali proses rekrutmen dan pelatihan bagi personel militer. Seharusnya ada penekanan pada pengembangan kecerdasan emosional dan pendekatan yang lebih humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Tags: AirdalamDibahasEmpatHasilKerasPenyiramPsikologiSidangTerdakwa
Previous Post

Leonardi Mengaku Dijebak Tanda Tangan Kontrak di Kasus Korupsi Satelit

Next Post

Merebus Daging Kambing Agar Empuk dan Gurih Tanpa Prengus

Andrew SH

Andrew SH

Related Posts

Kirim Tim Khusus untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Kabar Kuliner

Kirim Tim Khusus untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

by Andrew SH
September 8, 2026
Hujan Deras Sebabkan Banjir di Tiga Wilayah Sumut Ribuan Warga Terpengaruh
Kabar Kuliner

Hujan Deras Sebabkan Banjir di Tiga Wilayah Sumut Ribuan Warga Terpengaruh

by Andrew SH
September 8, 2026
Karhutla Gunung Semeru Padam Hanguskan Tiga Ribu Tujuh Puluh Dua Hektare Lahan
Kabar Kuliner

Karhutla Gunung Semeru Padam Hanguskan Tiga Ribu Tujuh Puluh Dua Hektare Lahan

by Andrew SH
September 7, 2026
Erupsi Terus Berlanjut di Gunung Anak Krakatau
Kabar Kuliner

Erupsi Terus Berlanjut di Gunung Anak Krakatau

by Andrew SH
September 7, 2026
Foto Jakarta Semprot Jalan Mitigasi Abu Vulkanik dari Anak Gunung Krakatau
Kabar Kuliner

Foto Jakarta Semprot Jalan Mitigasi Abu Vulkanik dari Anak Gunung Krakatau

by Andrew SH
September 6, 2026
Next Post
Merebus Daging Kambing Agar Empuk dan Gurih Tanpa Prengus

Merebus Daging Kambing Agar Empuk dan Gurih Tanpa Prengus

Recommended

Resep Nasi Goreng Nori Gurih Umami Praktis dan Tidak Lembek

Resep Nasi Goreng Nori Gurih Umami Praktis dan Tidak Lembek

August 25, 2026
Resep Tahu Oseng Kecombrang, Menu Sederhana Pedas dan Gurih untuk Anak Kos

Resep Tahu Oseng Kecombrang, Menu Sederhana Pedas dan Gurih untuk Anak Kos

July 23, 2026

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Don't miss it

Membuat Cimol Kenyal dan Tidak Meledak saat Digoreng dengan Suhu Minyak yang Tepat
Berita UMKM

Membuat Cimol Kenyal dan Tidak Meledak saat Digoreng dengan Suhu Minyak yang Tepat

September 9, 2026
Kasus ISPA Meningkat, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September
Sehat

Kasus ISPA Meningkat, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September

September 9, 2026
Kubu Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain
Tempat Makan

Kubu Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain

September 8, 2026
Resep Nagasari Tepung Beras 250 Gram Lezat dan Empuk
Berita UMKM

Resep Nagasari Tepung Beras 250 Gram Lezat dan Empuk

September 8, 2026
Kirim Tim Khusus untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Kabar Kuliner

Kirim Tim Khusus untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

September 8, 2026
Resep Tempe Goreng Pedas Isi Sambal yang Gurih dan Bikin Nagih
Resep

Resep Tempe Goreng Pedas Isi Sambal yang Gurih dan Bikin Nagih

September 8, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Browse by Tag

agar Anak Ayam Camilan Cara Daging dalam dan dari dengan Diduga Empuk Goreng Gurih Hingga Jakarta Kasus Kebakaran Keluarga KPK Lembut Lezat Makan Membuat Mudah Nasi oleh Pedas Polisi Prabowo Praktis Rasa Rekomendasi Renyah Resep Rumah Sederhana Tanpa Telur Tempat Tersangka Tidak untuk Warga yang

Recent News

Membuat Cimol Kenyal dan Tidak Meledak saat Digoreng dengan Suhu Minyak yang Tepat

Membuat Cimol Kenyal dan Tidak Meledak saat Digoreng dengan Suhu Minyak yang Tepat

September 9, 2026
Kasus ISPA Meningkat, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September

Kasus ISPA Meningkat, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September

September 9, 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In