Friday, September 18, 2026
  • Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Bentogroup.co.id
Advertisement
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
No Result
View All Result
Home Tempat Makan

DPR dan Komnas HAM Kritik Ide Tim Asesor Aktivis, Pigai Berikan Klarifikasi

Andrew SH by Andrew SH
May 3, 2026
in Tempat Makan
407 17
0
DPR dan Komnas HAM Kritik Ide Tim Asesor Aktivis, Pigai Berikan Klarifikasi
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk membentuk tim asesor yang bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum kepada individu yang benar-benar berfungsi sebagai pembela hak asasi manusia. Ia menyatakan pentingnya mekanisme ini sebagai upaya untuk mencegah penyalahgunaan status aktivis dalam konteks hukum. Dalam wawancara tersebut, Pigai menjelaskan secara lebih rinci tentang konsep dan tujuan dari tim asesor yang sedang direncanakan.

Pigai menjelaskan bahwa tim asesor ini akan memiliki kriteria ketat untuk menilai apakah seseorang layak disebut sebagai aktivis hak asasi manusia. Proses ini tidak hanya mengandalkan pengakuan diri individu, tetapi juga mempertimbangkan konteks dan tindakan yang diambil dalam peristiwa tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa hanya mereka yang benar-benar berkomitmen pada pembelaan hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan hukum.

You might also like

Kubu Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain

Kantor Loker Bodong di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban

Penanganan Bencana dan Gangguan Keamanan Utamakan Pencegahan

Namun, kontroversi segera muncul setelah pernyataan tersebut. Rencana Pigai ini mendapat kritik pedas dari berbagai kalangan, termasuk lembaga masyarakat sipil, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan anggota DPR. Kritikan ini mencerminkan kekhawatiran akan adanya konflik kepentingan dan potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam penentuan status aktivis.

Kritik Terhadap Rencana Pembentukan Tim Asesor

Komnas HAM menilai bahwa rencana pembentukan tim asesor ini rentan terhadap konflik kepentingan di dalam Kementerian Hukum dan HAM itu sendiri. Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menekankan bahwa ada risiko serius jika lembaga pemerintah menentukan siapa yang layak disebut sebagai pembela hak asasi manusia. Biasanya, ancaman terhadap aktivis sering kali melibatkan pejabat pemerintah.

Pramono mencatat bahwa Komnas HAM menerima banyak laporan mengenai ancaman yang dihadapi para aktivis, yang kesemuanya sering kali bersumber dari pihak-pihak dengan kekuasaan. Dengan kata lain, keberadaan tim asesor di dalam Kementerian Hukum dan HAM bisa menciptakan masalah baru yang lebih besar.

Selain itu, Pramono juga meragukan kemampuan Kementerian Hukum dan HAM untuk bersikap objektif dalam situasi-situasi yang melibatkan pejabat pemerintah yang terancam. Ia menyatakan bahwa ketika negara berfungsi untuk mengawasi perilaku pemerintah, bagaimana mungkin Lembaga tersebut bisa memberikan penilaian yang adil?

Pernyataan Anggota DPR Mengenai Isu Ini

Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, juga mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap rencana ini. Ia menyatakan bahwa aktivis hak asasi manusia memiliki fungsi utama sebagai pengawas kekuasaan, termasuk pemerintahan. Dengan adanya mekanisme yang memungkinkan pemerintah untuk menentukan siapa yang layak menjadi aktivis, hal ini justru akan meruntuhkan demokrasi itu sendiri.

Marinus mengatakan bahwa dukungan dari negara seharusnya tidak bersifat mencampuri urusan sipil. Menurutnya, jika pemerintah mulai menentukan siapa yang bisa atau tidak bisa menyampaikan kritik terhadap kekuasaan, maka jelas bahwa negara sedang berusaha mengendalikan suara-suara sudi kritis dari masyarakat.

Dia menegaskan bahwa kebebasan untuk menjadi aktivis tidak memerlukan legitimasi dari negara. Tanpa persepsi kritis dari warga, demokrasi akan kehilangan makna sesungguhnya, dan masyarakat tidak akan mendapatkan haknya secara utuh.

Tanggapan Dari Elemen Masyarakat Sipil

Elemen masyarakat sipil juga turut memberikan kritik terhadap kebijakan ini. Amnesty International Indonesia mengungkapkan bahwa rencana pembentukan tim asesor oleh Kementerian Hukum dan HAM merupakan langkah mundur yang dapat merugikan prinsip dasar hak asasi manusia. Mereka menekankan bahwa negara tidak memiliki legitimasi untuk menentukan siapa yang layak menjadi pembela HAM.

Deputi Direktur Amnesty International, Wirya Adiwena, menegaskan bahwa setiap individu berhak untuk berpartisipasi dalam perlindungan dan pembelaan hak asasi manusia tanpa intervensi pemerintah. Dengan adanya kebijakan ini, mereka khawatir bahwa pemerintah akan menggunakan kekuasaannya untuk membatasi ruang gerak masyarakat sipil.

Wirya menambahkan bahwa reformasi yang seharusnya memberikan perlindungan bagi para aktivis justru akan dapat berujung pada kriminalisasi terhadap mereka yang bersuara kritis. Jika pemerintah bisa menentukan siapa yang dianggap sebagai pembela HAM, hal ini sama saja dengan menggeser makna dari hak asasi menjadi sesuatu yang terkendali.

Klarifikasi Dari Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai

Menanggapi kritik yang mengalir, Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai memberikan klarifikasi mengenai rencananya tersebut. Dalam pernyataan terbaru, Pigai menekankan bahwa tim asesor yang dimaksud tidak akan berfungsi untuk menentukan status seseorang sebagai aktivis. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari tim ini adalah untuk memberikan perlindungan hukum yang tepat kepada mereka yang benar-benar membela hak asasi manusia tanpa melanggar prinsip-prinsip kebebasan sipil.

Pigai menyatakan bahwa tim asesor ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan klaim sebagai aktivis oleh individu-individu yang tidak memiliki niat baik. Ia menginginkan agar hukum dapat melindungi individu yang secara konkret melakukan tugas pembelaan hak asasi manusia, terlepas dari status resmi mereka.

Dengan demikian, Pigai berusaha memastikan bahwa keberadaan tim asesor ini tidak menjadi alat untuk membatasi, melainkan untuk memperkuat perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari reformasi yang lebih luas dalam sistem hukum, sehingga di masa depan, hak asasi manusia dapat dihormati dan dijunjung tinggi dalam bingkai kebebasan sipil yang lebih jelas dan tegas.

Tags: AktivisAsesorBerikandanDPRHAMIdeKlarifikasiKomnasKritikPigaiTim
Previous Post

8 Tempat Makan Terbaik Dekat Dusun Semilir untuk Waktu Libur yang Menyenangkan

Next Post

Sering Mengganggu Warga, Buaya Jadi Target Perburuan di Polewali Mandar

Andrew SH

Andrew SH

Related Posts

Kubu Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain
Tempat Makan

Kubu Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain

by Andrew SH
September 8, 2026
Kantor Loker Bodong di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban
Tempat Makan

Kantor Loker Bodong di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban

by Andrew SH
September 8, 2026
Penanganan Bencana dan Gangguan Keamanan Utamakan Pencegahan
Tempat Makan

Penanganan Bencana dan Gangguan Keamanan Utamakan Pencegahan

by Andrew SH
September 7, 2026
Polisi Sediakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta
Tempat Makan

Polisi Sediakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

by Andrew SH
September 7, 2026
Imbauan Mendagri kepada Pemda Terdampak untuk Waspadai Erupsi Anak Krakatau
Tempat Makan

Imbauan Mendagri kepada Pemda Terdampak untuk Waspadai Erupsi Anak Krakatau

by Andrew SH
September 6, 2026
Next Post
Sering Mengganggu Warga, Buaya Jadi Target Perburuan di Polewali Mandar

Sering Mengganggu Warga, Buaya Jadi Target Perburuan di Polewali Mandar

Recommended

Mengatasi Kutu Beras dengan Bahan Alami dan Suhu Ekstrem yang Efektif

Mengatasi Kutu Beras dengan Bahan Alami dan Suhu Ekstrem yang Efektif

July 16, 2026
Kebakaran Lahan di Kulon Progo, Api Terjadi di Bendungan Kamijoro

Kebakaran Lahan di Kulon Progo, Api Terjadi di Bendungan Kamijoro

August 25, 2026

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Don't miss it

Membuat Cimol Kenyal dan Tidak Meledak saat Digoreng dengan Suhu Minyak yang Tepat
Berita UMKM

Membuat Cimol Kenyal dan Tidak Meledak saat Digoreng dengan Suhu Minyak yang Tepat

September 9, 2026
Kasus ISPA Meningkat, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September
Sehat

Kasus ISPA Meningkat, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September

September 9, 2026
Kubu Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain
Tempat Makan

Kubu Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain

September 8, 2026
Resep Nagasari Tepung Beras 250 Gram Lezat dan Empuk
Berita UMKM

Resep Nagasari Tepung Beras 250 Gram Lezat dan Empuk

September 8, 2026
Kirim Tim Khusus untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Kabar Kuliner

Kirim Tim Khusus untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

September 8, 2026
Resep Tempe Goreng Pedas Isi Sambal yang Gurih dan Bikin Nagih
Resep

Resep Tempe Goreng Pedas Isi Sambal yang Gurih dan Bikin Nagih

September 8, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Browse by Tag

agar Anak Ayam Camilan Cara Daging dalam dan dari dengan Diduga Empuk Goreng Gurih Hingga Jakarta Kasus Kebakaran Keluarga KPK Lama Lembut Lezat Makan Membuat Mudah Nasi oleh Polisi Prabowo Praktis Rasa Rekomendasi Renyah Resep Rumah Tahu Tanpa Telur Tempat Tersangka Tidak untuk Warga yang

Recent News

Membuat Cimol Kenyal dan Tidak Meledak saat Digoreng dengan Suhu Minyak yang Tepat

Membuat Cimol Kenyal dan Tidak Meledak saat Digoreng dengan Suhu Minyak yang Tepat

September 9, 2026
Kasus ISPA Meningkat, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September

Kasus ISPA Meningkat, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September

September 9, 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In