Dalam sebuah insiden tragis yang terjadi di perairan utara Sumenep, Madura, kapal penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran yang mengakibatkan banyak kerugian. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang lebih dikenal dengan AHY, menegaskan bahwa investigasi terkait penyebab kebakaran akan segera dilakukan oleh pihak berwenang.
AHY menyampaikan rasa duka dan kepedihan yang mendalam atas insiden tersebut serta mengharapkan agar korban menerima perawatan yang terbaik. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sepanjang insiden ini terus aktif dalam proses evakuasi penumpang dan verifikasi data penumpang kapal.
Dalam pernyataannya, AHY juga menegaskan pentingnya transparansi dalam pengungkapan fakta-fakta yang terjadi sepanjang kejadian ini. “Kementerian Perhubungan masih memastikan verifikasi data penumpang kapal yang terdiri dari hasil evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR,” ujarnya di Bangkalan, Jawa Timur.
Komitmen Pemerintah dalam Mengusut Penyebab Kebakaran Kapal
Ketua Umum Partai Demokrat ini menyatakan bahwa langkah-langkah investigasi segera diluncurkan untuk mengetahui secara jelas penyebab insiden tersebut. “Pemerintah akan fokus pada investigasi karena kita perlu pemahaman yang jelas mengenai kejadian ini,” tegasnya.
AHY menambahkan bahwa beberapa aspek penting harus diperiksa, termasuk kondisi kapal, sumber daya manusia yang terlibat, serta faktor cuaca yang mungkin mempengaruhi kejadian tersebut. “Investigasi mendalam akan dilakukan oleh KNKT dan ini membutuhkan waktu untuk menghasilkan penjelasan yang akurat,” ungkapnya.
Dalam konteks ini, keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Pemenuhan standar operasional prosedur (SOP), mitigasi cuaca, dan kelaikan kapal harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban Kebakaran Kapal
Saat kebakaran terjadi, KMP Mutiara Sentosa 2 tengah melayani rute Surabaya-Makassar dengan membawa sekitar 250 penumpang. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa informasi mengenai kebakaran diterima oleh petugas SAR pada pukul 08.24 WIB melalui Syahbandar Tanjung Perak.
Sejak awal, tim SAR langsung melakukan beberapa langkah koordinasi segera setelah informasi diterima. Pada pukul 08.30 WIB, mereka berkoordinasi dengan syahbandar untuk menetapkan posisi kapal, dan pada pukul 09.00 WIB, koordinasi dilanjutkan dengan Pos SAR Sumenep.
Kondisi kapal dilaporkan sangat parah dengan kebakaran yang telah melalap hampir seluruh bagian. Tim SAR berhasil mengonfirmasi lokasi kapal 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi, pada pukul 09.45 WIB. “Penumpang kapal berada di anjungan dan haluan, mengikuti prosedur evakuasi,” jelas Nanang.
Jumlah Korban dan Upaya Pertolongan Secara Keseluruhan
Hingga malam hari, total 236 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 telah dievakuasi, dengan rincian 231 orang dinyatakan selamat. Sayangnya, lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Tim SAR bekerja tanpa lelah untuk memastikan semua orang yang terjebak dapat dievakuasi.
AHY juga menyatakan bahwa penanganan korba harus berjalan efektif dan cepat, sehingga para korban menerima perhatian medis yang diperlukan. “Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para penumpang,” tambahnya.
Selama proses evakuasi, koordinasi antara pihak berwenang dan tim penyelamat sangat penting agar semua langkah dapat diambil dengan cepat dan tepat. Kesigapan tim di lapangan patut diapresiasi, mengingat situasi yang sangat mendesak dan berbahaya.














