Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, menyampaikan klarifikasi terkait tudingan campur tangan dalam penertiban Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Dapur makanan bergizi gratis (MBG) yang dikelola Polres Parepare hingga saat ini belum mendapatkan SLHS, yang menjadi syarat penting untuk operasional dapur tersebut.
Indra menegaskan bahwa SPPG belum bisa memperoleh SLHS karena dapur tersebut belum beroperasi. Ia menjelaskan bahwa operasional dapur perlu dilakukan agar pengambilan sampel dapat dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Proses pengambilan sampel untuk mendapatkan SLHS harus dilakukan saat dapur sedang beroperasi. Jika belum beroperasi, tidak ada yang bisa diambil untuk sampel,” ungkap Indra.
Proses Penerbitan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi
Kepala SPPG Polres Parepare, Muhammad Nur Akram Mulha, mengungkapkan bahwa sebagai salah satu syarat penerbitan SLHS, dapur harus beroperasi agar dapat dilakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Proses ini penting untuk memastikan bahwa pengolahan dan pendistribusian makanan memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
Akram menjelaskan bahwa SPPG telah menjalani semua tahapan yang diperlukan untuk mendapatkan SLHS. Harapannya, setelah semua tahapan dilalui, sertifikat tersebut akan segera diterbitkan oleh Dinas Kesehatan.
“Setelah semua pengujian sampel dan inspeksi kesehatan lingkungan dilakukan, kami tinggal menunggu penerbitan sertifikat dari Dinas Kesehatan,” tambahnya.
Pentingnya Standar Keamanan Makanan untuk Siswa
Di samping masalah sertifikat, Akram menegaskan pentingnya keamanan makanan yang akan didistribusikan kepada siswa. Setiap makanan yang diproduksi di MBG harus melalui pemeriksaan ketat untuk memastikan bahwa semua bahan yang digunakan aman dan layak konsumsi.
“Sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah, setiap porsi harus diuji oleh petugas food safety. Ini untuk menjamin keamanan makanan yang akan dikonsumsi oleh para siswa,” ujarnya.
Proses pengujian dilakukan setiap hari, memastikan bahwa setiap makanan yang keluar dari dapur memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan para siswa yang menjadi penerima manfaat.
Jumlah Penerima Manfaat Program Makanan Bergizi
PPG Polres Parepare juga mencakup berbagai kalangan, termasuk siswa dari berbagai tingkat pendidikan. Saat ini, program ini melayani sekitar 1.839 penerima manfaat yang terdiri dari siswa PAUD, SD, SMP, dan SMA, serta peserta posyandu.
Program ini dirancang untuk memberikan makanan bergizi bagi anak-anak dan remaja yang membutuhkan. Dengan mengandalkan sumber daya yang ada, SPPG berupaya memberikan nutrisi yang cukup dan seimbang bagi para siswa.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa kesehatan anak adalah prioritas utama. Melalui program ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan, tetapi juga mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.














