Kebakaran yang mengakibatkan tragedi melanda sebuah rumah di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan. Akibat kejadian tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia diduga terjebak dalam kobaran api yang melahap bangunan tersebut.
“Iya, ada 2 korban meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. Laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan 12 unit mobil pemadam untuk mengatasi kebakaran yang cepat meluas.
Dalam upaya penanggulangan api, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. Sementara itu, dua rumah terbakar, dan satu lagi mengalami dampak akibat api yang berkobar dengan cukup hebat.
Momen Tragedi: Ketika Api Melahap Segalanya
Salah satu saksi yang juga korban bernama Aidil Muslim Muhammad menyebutkan bahwa api diduga berasal dari lilin yang diletakkan dekat pintu masuk rumah. Menurutnya, ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana api sampai membesar dan menyebabkan kebakaran yang dahsyat.
“Ada yang membakar lilin merah. Saya sudah bilang jangan melakukan hal semacam itu,” ungkap Aidil dengan nada menyesal. Suara pecahan kaca yang tiba-tiba membuat situasi semakin dramatis, menandakan bahayanya kebakaran yang baru saja terjadi.
Aidil menceritakan saat api mulai menjalar, istrinya memberikan peringatan. “Istri saya berteriak memberitahu adanya kebakaran. Saya sudah keluar, namun mendengar bunyi kaca yang pecah,” jelasnya, masih terbayang ketegangan momen tersebut.
Penyelamatan Berani di Tengah Bahaya
Dalam kepanikan tersebut, Aidil teringat bahwa ada dua orang lanjut usia yang masih berada di dalam. Tanpa berpikir panjang, ia berusaha menerobos api untuk menyelamatkan keduanya, meskipun panasnya sangat menyengat.
“Saya tarik satu orang, lalu mengajak keluar. Tapi situasi sangat berbahaya,” tambahnya, menjelaskan betapa menantangnya situasi saat itu. Keterampilan dan keberaniannya menjadi kunci dalam upaya penyelamatan ini.
Selama kejadian berlangsung, terdapat sekitar delapan orang di dalam rumah kos. Enam orang berhasil melarikan diri, sementara dua orang terjebak dan tidak sempat keluar sebelum api semakin membesar.
Investigasi Penyebab Kebakaran oleh Pihak Berwenang
Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Dugaan sementara mengarah kepada lilin yang menjadi sumber api awal kejadian.
“Masih dalam investigasi. Yang meninggal saat ini adalah dua orang, dan keduanya berjenis kelamin perempuan,” ujarnya. Penyelidikan ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pihak berwenang juga mencatat bahwa beberapa orang lainnya sempat pingsan karena asap kebakaran. Tindakan medis segera dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka.
Reaksi Masyarakat dan Harapan Pasca Tragedi
Tragedi ini menggugah reaksi masyarakat yang mengungkapkan kepedulian dan solidaritas terhadap korban. Banyak yang berharap agar pihak berwenang meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran, terutama dari penggunaan barang-barang yang dapat memicu api.
Sosialisasi terkait keamanan kebakaran di lingkungan masyarakat sangat penting untuk mencegah kejadian tidak diinginkan di masa depan. Kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan dapat mengurangi risiko dari kecelakaan kebakaran.
Selain itu, keluarga korban juga menerima dukungan moral dari berbagai pihak untuk melewati masa sulit ini. Pemulihan psikologis bagi mereka yang selamat juga memerlukan perhatian agar mereka dapat melanjutkan hidup dengan lebih baik.













