Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran di perairan utara Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8). Kejadian ini menimbulkan kepanikan di antara 250 penumpang yang berada di atas kapal tersebut, empat di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara 218 lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyatakan bahwa angka ini adalah hasil pendataan sementara hingga pukul 15.15 WIB. Tim penyelamat terus bekerja keras untuk mencari dan menyelamatkan penumpang yang masih belum terdata, melibatkan berbagai instansi dan kapal yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Saat insiden terjadi, fokus utama adalah menyelamatkan korban dan memastikan bahwa mereka yang terjebak di dalam kapal dapat segera ditolong. KMP Mutiara Sentosa 2 yang berlayar dari Surabaya menuju Sumenep terpaksa membatalkan perjalanannya karena kebakaran yang terjadi menjelang pagi hari.
Proses evakuasi penumpang di lapangan yang penuh tantangan
Tim penyelamat menggunakan berbagai kapal niaga dan kapal tunda yang berada di sekitar lokasi untuk mengevakuasi penumpang. Kapal Meratus Pematang Siantar menjadi salah satu kapal yang berhasil mengevakuasi 111 penumpang, dengan rincian 109 selamat dan dua lainnya ditemukan meninggal dunia.
Kapal TB Hasnur 26 juga berperan penting, menyelamatkan 66 penumpang, di mana 65 dinyatakan selamat dan satu meninggal. Tidak kalah penting, Meratus Project 3 menyelamatkan 14 penumpang, sementara kapal lainnya dengan jumlah lebih kecil turut berkontribusi dalam proses evakuasi ini.
Evakuasi yang dilakukan dalam keadaan yang sulit ini memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Dengan situasi kerumunan yang panik, tim SAR harus bekerja cepat untuk menjamin keselamatan penumpang yang terjebak di kapal yang terbakar.
Menyelidiki kronologi dan penyebab kebakaran kapal
Kebakaran di KMP Mutiara Sentosa 2 pertama kali dilaporkan kepada Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB. Dalam waktu satu menit setelah laporan, operator kapal mengonfirmasi kebakaran tersebut, dan saat itu jumlah orang dalam kapal diperkirakan mencapai 250 orang.
Informasi menyebutkan bahwa api mulai muncul antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Sayangnya, komunikasi dengan nakhoda terputus segera setelah laporan awal masuk, menyulitkan semua pihak yang ingin mendapat kepastian situasi di kapal.
Pekikan radio SROP Kalianget juga berfungsi sebagai informasi awal, melakukan koordinasi dengan Basarnas untuk penanganan lebih lanjut. Dengan cuaca cerah berawan, operasi penyelamatan dapat dilakukan tanpa adanya hambatan cuaca yang berarti.
Tanggapan pihak Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan kini tengah menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran yang mengakibatkan insiden tragis ini. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama dalam situasi darurat ini.
Pihak Kemenhub bekerja sama dengan banyak instansi untuk menjalankan pengecekan dan penyelidikan mendalam. Pengawasan dalam proses evakuasi pun menjadi fokus penting untuk memastikan semua penumpang yang selamat dapat mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat.
“Kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan proses penyelamatan berjalan efisien dan efektif,” ungkap Masyhud, menunjukkan komitmennya dalam penanganan insiden yang sangat disayangkan ini.
Posko informasi dan koordinasi penyelamatan yang berlanjut
Kementerian Perhubungan bersama instansi terkait juga mendirikan posko untuk mendukung koordinasi selama proses penyelamatan berlangsung. Informasi terbaru mengenai perkembangan evakuasi akan diberikan secara berkala setelah semua data diverifikasi.
Masyhud menekankan pentingnya memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat terkait insiden ini. Dia berjanji untuk memberikan laporan lanjutan terkait hasil penyelidikan dan penanganan insiden yang menyebabkan kehilangan nyawa ini.
Panjang proses penyelamatan dan tantangan di lapangan menunjukkan betapa krusialnya kolaborasi antar instansi untuk mengatasi bencana. Semua pihak terlibat berharap dapat memberikan hasil yang terbaik bagi para penumpang yang selamat dan keluarga korban.














