Aisyah binti Abdurrahman Baraja, yang dikenal akrab sebagai Ummi Ecun, telah meninggal dunia pada Senin, 4 April. Istri dari pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba’asyir, mengembuskan napas terakhirnya di usia yang menginjak dewasa setelah beberapa bulan berjuang melawan penyakit.
Ummi Ecun diketahui telah menderita sakit diabetes yang cukup serius selama dua hingga tiga bulan sebelum kepergiannya. Saat itu, ia dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk kontrol rutin ketika menghadap sang Khalik.
Humas Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Endro Sudarsono menjelaskan bahwa keadaan Ummi Ecun semakin memburuk karena komplikasi yang disebabkan oleh kondisi kadar gula darahnya yang tinggi. Hal ini berdampak pada organ tubuh lainnya seperti jantung dan paru-paru.
Ritual Pemakaman yang Dipenuhi Doa
Setelah meninggal, jenazah Ummi Ecun langsung disalatkan di Masjid Baitussalam yang terletak di area Pondok Pesantren. Proses salat jenazah dihadiri oleh keluarga, santri, dan masyarakat luas yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Awalnya, hanya santri dan keluarga dekat yang mengikuti salat jenazah, namun seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai berdatangan. Mereka datang untuk mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir kepada Ummi Ecun.
Endro menegaskan bahwa salat jenazah berlangsung hingga menjelang waktu Salat Asar. Keberadaan masyarakat yang begitu banyak menciptakan nuansa kebersamaan dan kehikmatan di tengah kesedihan yang meliputi peristiwa ini.
Perjuangan Ummi Ecun Melawan Penyakit
Ummi Ecun diketahui telah berjuang melawan sakit diabetes yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. Penyakit ini memang sering diabaikan banyak orang, namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Gejala yang muncul biasanya beragam, namun pada Ummi Ecun, komplikasi muncul hingga menyerang jantung dan paru-paru. Hal ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, terutama penyakit kronis seperti diabetes.
Penyakit yang diderita Ummi Ecun menunjukkan bahwa perhatian dan dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting dalam masa-masa kritis. Kesehatan mental dan spiritual juga tak kalah krusial dalam menghadapi cobaan di kehidupan ini.
Warisan dan Pengaruh Ummi Ecun di Masyarakat
Kehilangan Ummi Ecun tidak hanya dirasakan oleh keluarganya tapi juga oleh kalangan santri dan masyarakat. Ia dikenal sebagai sosok yang penuh pengabdian dan kasih sayang, selalu mendorong santri untuk tekun dalam belajar agama.
Ummi Ecun berkontribusi dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Dalam pengajaran, ia menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Sosoknya akan selalu dikenang dalam hati setiap santri yang pernah muda dan diasuhnya. Masyarakat pun merasa kehilangan, karena kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam komunitas agama dan pendidikan.













