Anak perempuan bernama Diska (7) harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah insiden tragis. Kapal KM Nurul Salsa yang mereka tumpangi tenggelam dalam perjalanan menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7) lalu.
Diska adalah putri dari Hasbi (41) dan Malida (31), yang berasal dari Desa Ma’minasata, Kecamatan Pasimasunggu. Hingga saat ini, kedua orang tuanya masih dinyatakan hilang dalam insiden yang meninggalkan luka mendalam bagi Diska dan keluarganya.
“Diska sempat bersama bapak dan mamanya saat kapal itu berada di tengah laut,” kata Tante Diska, Bau Asseng (23), yang juga merupakan salah satu penumpang KM Nurul Salsa dalam kejadian tersebut. Dia mengungkapkan betapa sulitnya situasi ketika kapal mulai tenggelam.
Saat kapal mulai tenggelam, Bau Asseng menjelaskan bahwa mereka berusaha bertahan dengan memegang pelampung gabus yang sama dengan enam penumpang lainnya. Namun, gelombang tinggi membuat kondisi semakin sulit dan memisahkan mereka.
Ibunda Diska, Malida, berjuang keras untuk bertahan selama tiga malam di atas pelampung, tetapi sayangnya, dehidrasi dan kelelahan akhirnya merenggut nyawanya. “Ibu Diska tidak dapat bertahan lebih lama lagi,” tambah Bau Asseng dengan nada penuh kesedihan.
Tragedi yang Menghancurkan Keluarga dalam Sepersekian Detik
Ketika kapal tenggelam, Diska dan keluarga terpaksa harus menghadapi situasi yang sangat menegangkan. Mereka berjuang melawan arus laut yang sangat kuat, berharap akan ada bantuan yang segera datang. Namun, harapan itu seakan sirna ketika mereka terpisah satu sama lain.
Diska mengikuti apa yang dikatakan kepada dirinya oleh ayahnya sebelum terpisah. “Ayahnya berpesan untuk menjaga Diska,” ungkap Bau Asseng. Pesan ini meninggalkan beban yang berat pada punggungnya, mengingat mereka bertahan hidup di tengah kegelapan malam dengan cuaca yang sangat tidak bersahabat.
Setelah beberapa saat, jenazah ibunda Diska terpaksa ditinggalkan di laut karena mereka tidak mampu mengangkat dan membawanya. Sementara itu, ayah Diska juga sempat hilang, dan Bau Asseng berusaha untuk menjaga Diska sebaik mungkin dalam kondisi kritis tersebut.
Lima korban yang selamat, termasuk Diska, dievakuasi oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa. Pengevakuasian ini adalah secercah harapan di tengah kesedihan yang mendalam akibat kehilangan keluarga.
Suasana haru semakin menyelimuti saat mereka berupaya untuk berkumpul kembali dan mengingat momen-momen indah bersama orang-orang yang mereka cintai. Kehilangan yang mendalam ini bukan hanya dialami oleh Diska, tetapi juga oleh semua yang terlibat dalam tragedi tersebut.
Statistik Kecelakaan Laut yang Meningkat di Indonesia
Kasus tenggelamnya KM Nurul Salsa adalah salah satu dari banyak insiden kecelakaan laut yang semakin meningkat di Indonesia. Data menunjukkan bahwa penyebabnya beragam, mulai dari faktor cuaca hingga kelalaian dalam pengoperasian kapal. Pembenahan dalam sektor transportasi laut menjadi semakin mendesak.
Pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki kondisi transportasi laut dengan meningkatkan pelatihan bagi para nelayan dan operator kapal. Namun, tantangan yang dihadapi sangat kompleks, mengingat betapa banyaknya kapal yang beroperasi tanpa memenuhi standar keselamatan.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat akan keselamatan saat berlayar juga perlu ditingkatkan. Penyuluhan tentang cara-cara bertahan hidup di laut dan penggunaan alat keselamatan diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan di masa depan.
Untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, ada kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi sistem transportasi laut secara menyeluruh. Langkah-langkah preventif harus diambil agar penumpang merasa aman saat melakukan perjalanan dengan kapal.
Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat bekerja sama untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi laut sebagai sarana utama mobilitas mereka.
Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Mendesain Kebijakan Keselamatan
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada Diska pasca kehilangan orang tuanya. Bupati Natsir Ali mengungkapkan bahwa biaya pendidikan Diska hingga perguruan tinggi akan dijamin oleh pemerintah daerah. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan masa depan Diska.
“Kami tidak akan tinggal diam, Diska akan menjadi tanggung jawab kami,” kata Natsir Ali. Ini menandakan bentuk tanggung jawab sosial pemerintah atas insiden yang menyedihkan ini.
Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga bisa berperan aktif dalam membantu Diska dan keluarga korban lainnya. Melalui penggalangan dana dan dukungan moral, masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk semua.
Kesadaran akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menciptakan kebijakan keselamatan yang lebih efektif. Semakin kuat ikatan antara kedua pihak, semakin besar kemungkinan untuk mengatasi masalah yang ada.
Proses pencarian dan evakuasi korban menjadi tabir harapan bagi keluarga yang masih menunggu kepastian. Doa dan dukungan dari masyarakat sangatlah dibutuhkan agar para korban yang belum ditemukan dapat segera diselamatkan.














