Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, telah mengumumkan pengunduran dirinya beserta sekitar 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI). Keputusan ini diambil setelah terjadinya perbedaan pandangan yang fundamental mengenai arah perjuangan partai.
“Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar,” jelas Ferri dalam konferensi pers yang diadakan pada Jumat, 26 Juni.
Disampaikan bahwa ORI merupakan sayap politik dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin oleh Andi Gani. ORI didirikan pada tahun 2013, sebagai salah satu dari sebelas organisasi penggagas Partai Buruh saat Kongres I pada Oktober 2021.
Perbedaan Pandangan dalam Partai Buruh yang Memicu Pengunduran Diri
Ferri dan anggota ORI lainnya menyatakan bahwa pengunduran diri ini dilakukan karena evaluasi mendalam yang menunjukkan adanya pergeseran dalam perspektif politik dan strategi. Mereka merasa bahwa arah yang diambil Partai Buruh tidak sejalan dengan visi yang sebelumnya disepakati.
Proses pengunduran diri diinstruksikan secara administratif oleh Ferri, dan dia berharap semua pengurus ORI di berbagai tingkatan dapat menyampaikan keputusan ini dengan baik. Ini termasuk anggota yang menghadiri pertemuan dari tingkat pusat hingga kecamatan.
Setidaknya, anggota yang mundur berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatra Utara hingga Papua. Ferri menggambarkan hubungan mereka dengan Partai Buruh seperti sebuah rumah tangga yang mengalami perselisihan melibatkan berbagai masalah berkepanjangan.
Respons Pihak Partai Buruh Terhadap Pengunduran Diri
Pihak Partai Buruh yang dipimpin oleh Presiden Said Iqbal memberikan tanggapan minim terhadap mundurnya Ferri dan anggota ORI. Ia menyatakan bahwa keluar dari partai politik adalah hal yang biasa dan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap soliditas partai.
Said Iqbal menambahkan bahwa partainya akan tetap melantik struktur pengurus baru serta melanjutkan aktivitas politiknya seperti biasa. Hal ini menunjukkan bahwa Partai Buruh tetap optimis meski ada pergeseran dalam kepengurusan.
Said juga mengonfirmasi bahwa posisi Sekretaris Jenderal yang ditinggalkan oleh Ferri akan diisi oleh kader internal. Ini menjadi langkah strategis untuk memelihara kestabilan dan kontinuitas kepemimpinan dalam partai.
Sejarah dan Perkembangan Partai Buruh di Indonesia
Partai Buruh lahir dari berbagai konfederasi dan federasi serikat pekerja yang ada di Indonesia. Dalam penderitaannya, partai ini kerap menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal memperjuangkan hak-hak buruh dan menangani isu-isu sosial lainnya.
Partai ini baru menjalani debutnya dalam pemilu pada tahun 2024 namun sayangnya gagal mendapatkan kursi di DPR. Hal ini menjadi catatan penting bagi mereka untuk memperbaiki strategi dan memperkuat basis dukungan di masa mendatang.
Keberhasilan atau kegagalan Partai Buruh sering kali bergantung pada dinamika politik domestik yang lebih besar, sehingga refleksi terhadap pengalaman sebelumnya menjadi penting. Proses pengunduran diri Ferri dan anggotanya menjadi pelajaran penting bagi partai untuk lebih introspektif.














