Sunday, May 3, 2026
  • Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Bentogroup.co.id
Advertisement
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
No Result
View All Result
Home Tempat Makan

DPR dan Komnas HAM Kritik Ide Tim Asesor Aktivis, Pigai Berikan Klarifikasi

Andrew SH by Andrew SH
May 3, 2026
in Tempat Makan
405 17
0
DPR dan Komnas HAM Kritik Ide Tim Asesor Aktivis, Pigai Berikan Klarifikasi
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk membentuk tim asesor yang bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum kepada individu yang benar-benar berfungsi sebagai pembela hak asasi manusia. Ia menyatakan pentingnya mekanisme ini sebagai upaya untuk mencegah penyalahgunaan status aktivis dalam konteks hukum. Dalam wawancara tersebut, Pigai menjelaskan secara lebih rinci tentang konsep dan tujuan dari tim asesor yang sedang direncanakan.

Pigai menjelaskan bahwa tim asesor ini akan memiliki kriteria ketat untuk menilai apakah seseorang layak disebut sebagai aktivis hak asasi manusia. Proses ini tidak hanya mengandalkan pengakuan diri individu, tetapi juga mempertimbangkan konteks dan tindakan yang diambil dalam peristiwa tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa hanya mereka yang benar-benar berkomitmen pada pembelaan hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan hukum.

You might also like

Operasional Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal Setelah Tabrakan

TNI Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah di Pelabuhan Bangka

May Day Surabaya, Massa Tanda Tangani 14 Kesepakatan Bersama Gubernur Jatim

Namun, kontroversi segera muncul setelah pernyataan tersebut. Rencana Pigai ini mendapat kritik pedas dari berbagai kalangan, termasuk lembaga masyarakat sipil, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan anggota DPR. Kritikan ini mencerminkan kekhawatiran akan adanya konflik kepentingan dan potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam penentuan status aktivis.

Kritik Terhadap Rencana Pembentukan Tim Asesor

Komnas HAM menilai bahwa rencana pembentukan tim asesor ini rentan terhadap konflik kepentingan di dalam Kementerian Hukum dan HAM itu sendiri. Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menekankan bahwa ada risiko serius jika lembaga pemerintah menentukan siapa yang layak disebut sebagai pembela hak asasi manusia. Biasanya, ancaman terhadap aktivis sering kali melibatkan pejabat pemerintah.

Pramono mencatat bahwa Komnas HAM menerima banyak laporan mengenai ancaman yang dihadapi para aktivis, yang kesemuanya sering kali bersumber dari pihak-pihak dengan kekuasaan. Dengan kata lain, keberadaan tim asesor di dalam Kementerian Hukum dan HAM bisa menciptakan masalah baru yang lebih besar.

Selain itu, Pramono juga meragukan kemampuan Kementerian Hukum dan HAM untuk bersikap objektif dalam situasi-situasi yang melibatkan pejabat pemerintah yang terancam. Ia menyatakan bahwa ketika negara berfungsi untuk mengawasi perilaku pemerintah, bagaimana mungkin Lembaga tersebut bisa memberikan penilaian yang adil?

Pernyataan Anggota DPR Mengenai Isu Ini

Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, juga mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap rencana ini. Ia menyatakan bahwa aktivis hak asasi manusia memiliki fungsi utama sebagai pengawas kekuasaan, termasuk pemerintahan. Dengan adanya mekanisme yang memungkinkan pemerintah untuk menentukan siapa yang layak menjadi aktivis, hal ini justru akan meruntuhkan demokrasi itu sendiri.

Marinus mengatakan bahwa dukungan dari negara seharusnya tidak bersifat mencampuri urusan sipil. Menurutnya, jika pemerintah mulai menentukan siapa yang bisa atau tidak bisa menyampaikan kritik terhadap kekuasaan, maka jelas bahwa negara sedang berusaha mengendalikan suara-suara sudi kritis dari masyarakat.

Dia menegaskan bahwa kebebasan untuk menjadi aktivis tidak memerlukan legitimasi dari negara. Tanpa persepsi kritis dari warga, demokrasi akan kehilangan makna sesungguhnya, dan masyarakat tidak akan mendapatkan haknya secara utuh.

Tanggapan Dari Elemen Masyarakat Sipil

Elemen masyarakat sipil juga turut memberikan kritik terhadap kebijakan ini. Amnesty International Indonesia mengungkapkan bahwa rencana pembentukan tim asesor oleh Kementerian Hukum dan HAM merupakan langkah mundur yang dapat merugikan prinsip dasar hak asasi manusia. Mereka menekankan bahwa negara tidak memiliki legitimasi untuk menentukan siapa yang layak menjadi pembela HAM.

Deputi Direktur Amnesty International, Wirya Adiwena, menegaskan bahwa setiap individu berhak untuk berpartisipasi dalam perlindungan dan pembelaan hak asasi manusia tanpa intervensi pemerintah. Dengan adanya kebijakan ini, mereka khawatir bahwa pemerintah akan menggunakan kekuasaannya untuk membatasi ruang gerak masyarakat sipil.

Wirya menambahkan bahwa reformasi yang seharusnya memberikan perlindungan bagi para aktivis justru akan dapat berujung pada kriminalisasi terhadap mereka yang bersuara kritis. Jika pemerintah bisa menentukan siapa yang dianggap sebagai pembela HAM, hal ini sama saja dengan menggeser makna dari hak asasi menjadi sesuatu yang terkendali.

Klarifikasi Dari Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai

Menanggapi kritik yang mengalir, Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai memberikan klarifikasi mengenai rencananya tersebut. Dalam pernyataan terbaru, Pigai menekankan bahwa tim asesor yang dimaksud tidak akan berfungsi untuk menentukan status seseorang sebagai aktivis. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari tim ini adalah untuk memberikan perlindungan hukum yang tepat kepada mereka yang benar-benar membela hak asasi manusia tanpa melanggar prinsip-prinsip kebebasan sipil.

Pigai menyatakan bahwa tim asesor ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan klaim sebagai aktivis oleh individu-individu yang tidak memiliki niat baik. Ia menginginkan agar hukum dapat melindungi individu yang secara konkret melakukan tugas pembelaan hak asasi manusia, terlepas dari status resmi mereka.

Dengan demikian, Pigai berusaha memastikan bahwa keberadaan tim asesor ini tidak menjadi alat untuk membatasi, melainkan untuk memperkuat perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari reformasi yang lebih luas dalam sistem hukum, sehingga di masa depan, hak asasi manusia dapat dihormati dan dijunjung tinggi dalam bingkai kebebasan sipil yang lebih jelas dan tegas.

Tags: AktivisAsesorBerikandanDPRHAMIdeKlarifikasiKomnasKritikPigaiTim
Previous Post

8 Tempat Makan Terbaik Dekat Dusun Semilir untuk Waktu Libur yang Menyenangkan

Next Post

Sering Mengganggu Warga, Buaya Jadi Target Perburuan di Polewali Mandar

Andrew SH

Andrew SH

Related Posts

Operasional Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal Setelah Tabrakan
Tempat Makan

Operasional Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal Setelah Tabrakan

by Andrew SH
May 3, 2026
TNI Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah di Pelabuhan Bangka
Tempat Makan

TNI Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah di Pelabuhan Bangka

by Andrew SH
May 2, 2026
May Day Surabaya, Massa Tanda Tangani 14 Kesepakatan Bersama Gubernur Jatim
Tempat Makan

May Day Surabaya, Massa Tanda Tangani 14 Kesepakatan Bersama Gubernur Jatim

by Andrew SH
May 2, 2026
Kasbi Jelaskan Alasan Tidak Hadir di May Day Monas yang Diikuti Prabowo
Tempat Makan

Kasbi Jelaskan Alasan Tidak Hadir di May Day Monas yang Diikuti Prabowo

by Andrew SH
May 1, 2026
8 Penyalur Tenaga Kerja Menggunakan Visa Sejak 2024
Tempat Makan

8 Penyalur Tenaga Kerja Menggunakan Visa Sejak 2024

by Andrew SH
May 1, 2026
Next Post
Sering Mengganggu Warga, Buaya Jadi Target Perburuan di Polewali Mandar

Sering Mengganggu Warga, Buaya Jadi Target Perburuan di Polewali Mandar

Recommended

Pelaksanaan yang Salah, Saya Akan Tindak!

Pelaksanaan yang Salah, Saya Akan Tindak!

April 30, 2026
16 Rekomendasi Ayam Bakar Terpopuler di Bandung 2026 yang Memanjakan Lidah

16 Rekomendasi Ayam Bakar Terpopuler di Bandung 2026 yang Memanjakan Lidah

May 1, 2026

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Don't miss it

Operasional Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal Setelah Tabrakan
Tempat Makan

Operasional Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal Setelah Tabrakan

May 3, 2026
9 Rekomendasi Tempat Makan Nasi Bebek Enak di Jakarta Tahun 2026
Resep

9 Rekomendasi Tempat Makan Nasi Bebek Enak di Jakarta Tahun 2026

May 3, 2026
PDIP Berbicara dengan Partai Non Parlemen Mengenai Ambang Batas
Sehat

PDIP Berbicara dengan Partai Non Parlemen Mengenai Ambang Batas

May 3, 2026
9 Rekomendasi Tempat Makan Enak Dekat Jogja Tahun 2026 untuk Memanjakan Lidah Setelah Healing
Berita UMKM

9 Rekomendasi Tempat Makan Enak Dekat Jogja Tahun 2026 untuk Memanjakan Lidah Setelah Healing

May 3, 2026
Sering Mengganggu Warga, Buaya Jadi Target Perburuan di Polewali Mandar
Kabar Kuliner

Sering Mengganggu Warga, Buaya Jadi Target Perburuan di Polewali Mandar

May 3, 2026
DPR dan Komnas HAM Kritik Ide Tim Asesor Aktivis, Pigai Berikan Klarifikasi
Tempat Makan

DPR dan Komnas HAM Kritik Ide Tim Asesor Aktivis, Pigai Berikan Klarifikasi

May 3, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Browse by Tag

agar Bebek Bekasi Berikan Bersama Buruh Daging dalam dan Day Dekat dengan Dibuat DPR Empuk Enak Jadi Kecelakaan Kembali Kereta Korban Kritik Lidah Makan Marinasi Memanjakan Menggunakan Monas Mudah Nasi Rekomendasi Renyah Resep Sapi Setelah Stasiun Tabrak Tahu Tahun Tempat Terbaik Tewas untuk Waktu yang

Recent News

Operasional Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal Setelah Tabrakan

Operasional Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal Setelah Tabrakan

May 3, 2026
9 Rekomendasi Tempat Makan Nasi Bebek Enak di Jakarta Tahun 2026

9 Rekomendasi Tempat Makan Nasi Bebek Enak di Jakarta Tahun 2026

May 3, 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In