Keluarga mendiang Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha mengungkapkan penemuan terbaru terkait intimidasi yang dialaminya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui laporan resmi yang disampaikan kepada pihak kepolisian, jumlah terduga pelaku intimidasi kini meningkat menjadi empat orang.
Perwakilan keluarga, Viktor Manbait, menjelaskan bahwa laporan tersebut disampaikan di Polda NTT pada hari Jumat (3/7). Menurutnya, ayah Kandung Dokter Icha, Gabriel Pakaenoni, melaporkan empat individu yang diduga terlibat dalam intimidasi terhadap almarhumah.
Empat terduga pelaku terdiri dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara( TTU) dan satu dokter hewan. Mereka diidentifikasi sebagai Therezius Lazakar dari Golkar, Robert Tubani dari PKB, Veronika Lake dari PDIP, dan Maria Mathildis Sau, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Peternakan.
Identifikasi dan Peran Terduga Pelaku Intimidasi
Maria Mathildis Sau, sebagai salah satu terduga, memiliki peran yang signifikan menurut laporan dari keluarga. Ia diduga ikut memaksa mendiang Dokter Icha untuk mengambil serum antibisa dan menyuntikkan kepada pasien yang terkena gigitan ular.
Viktor menekankan bahwa intimidasi yang dilakukan oleh Maria semakin memperburuk kondisi psikologis Dokter Icha. Intimidasi verbal yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD lainnya juga menambah rasa tertekan yang sudah dialami almarhumah.
Lebih lanjut, Viktor menegaskan bahwa pelaporan ini merupakan langkah penting untuk mencapai keadilan bagi mendiang Icha. Keluarga berharap agar pihak berwenang mengambil langkah tegas terhadap mereka yang terlibat dalam intimidasi ini.
Dampak Psikologis dan Penemuan Jenazah Dokter Icha
Sebelumnya, Dokter Icha ditemukan tewas di rumahnya pada 26 Juni, yang diduga sebagai tindakan bunuh diri. Keluarga meyakini bahwa pembunuhan karakter dan depresi berat yang dialaminya akibat intimidasi menjadi faktor penyebab insiden tragis ini.
Pihak keluarga menegaskan bahwa dokter muda ini mengalami dampak psikologis yang serius, sebagai akibat dari intimidasi yang berlangsung setelah insiden di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Insiden tersebut terjadi saat Icha berupaya menyelamatkan pasien yang terkena gigitan ular.
Keberanian Dokter Icha dalam menghadapi tantangan dan kekuatan karakter yang dimilikinya patut dicontoh. Namun, tekanan yang datang dari pihak tertentu sangat mempengaruhi kondisi mentalnya.
Penerimaan Masyarakat Terhadap Kasus ini dan Proses Hukum
Saat berita ini mencuat, masyarakat setempat memberikan respons yang beragam mengenai kasus ini. Banyak yang merasa prihatin dan meminta proses hukum yang adil dan transparan untuk para terduga pelaku. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu kesehatan mental.
Viktor menyampaikan bahwa keluarga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya dukungan mental bagi individu yang mengalami tekanan atau intimidasi.
Tidak hanya itu, dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk memberikan perlindungan kepada para profesional kesehatan juga dibutuhkan. Hal ini mencakup tindakan preventif agar tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan.














