Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan pencapaian signifikan dalam upaya swasembada pangan di Indonesia. Melalui program penanaman jagung, Polri berkomitmen untuk meningkatkan hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam sebuah acara di Tuban, Jawa Timur, Sigit menjelaskan bahwa Polri telah berhasil melakukan panen jagung yang luas, serta membangun unit-unit pelayan gizi di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan meningkatkan produksi lokal.
Pada tahun 2025, diperkirakan Polri akan melakukan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektar dan mengharapkan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton. Selain itu, strategi ini diyakini dapat meningkatkan produksi jagung nasional hingga 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton.
Inisiatif Penanaman Jagung Sebagai Pusat Ketahanan Pangan
Pada tahun 2026, Polri telah merencanakan untuk memperluas lahan penanaman jagung hingga mencapai 1,37 juta hektar. Pencapaian ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kestabilan harga jagung dan kebutuhan pangan lainnya di masyarakat.
Setiap tahunnya, Polri juga menargetkan panen secara berkala untuk memastikan pasokan pangan yang cukup. Hal ini terlihat dari panen raya yang baru dilakukan pada Januari lalu di lahan 91.000 hektar dengan hasil 884.129 ton.
Dalam upaya mendukung program ini, Sigit menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan petani. Dengan pengelolaan yang tepat, seluruh sumber daya dapat dimaksimalkan demi kesejahteraan rakyat.
Membangun Kemandirian Melalui Penyimpanan Pangan
Sigit juga mengungkapkan bahwa Polri telah membangun 18 gudang penyimpanan di 12 provinsi untuk mendukung peningkatan hasil panen. Gudang-gudang ini dirancang agar petani dapat menyimpan hasil pertanian mereka dengan lebih baik.
Groundbreaking untuk 10 gudang ketahanan pangan baru akan dilaksanakan, dengan total kapasitas ruang penyimpanan yang sangat besar. Setiap gudang direncanakan memiliki kapasitas mampu menampung hingga 1.000 ton, sementara satu unit dapat menampung 10.000 ton.
Dengan adanya gudang ini, diharapkan hasil panen yang melimpah dapat dikelola dan disimpan dengan baik, sehingga mengurangi kerugian pasca-panen yang seringkali terjadi.
Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi Untuk Masyarakat
Polri sekaligus menegaskan telah memiliki 1.376 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Dari jumlah tersebut, 736 SPPG sudah beroperasi, sementara 172 lainnya dalam persiapan operasional.
Pembangunan tambahan SPPG juga diharapkan bisa mencapai 1.500 pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperluas jangkauan pelayanan gizi di berbagai daerah, terutama yang terpencil.
Sigit mengungkapkan bagaimana setiap SPPG sudah dilengkapi dengan sertifikasi yang memadai. Sertifikasi tersebut mencakup aspek keamanan dan kualitas pangan, yang tentunya akan menjamin kenyamanan masyarakat dalam mengakses gizi yang sehat.














