Kota Jakarta menawarkan banyak sebutan yang menarik dalam dunia kulinernya, terutama dalam segmen kedai kopi. Salah satu yang paling terkenal adalah Kopi Es Tak Kie, yang berdiri kokoh dengan sejarah panjang sejak tahun 1927. Keberadaannya tak hanya sekadar tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga sarana untuk merasakan atmosfer Jakarta tempo dulu yang masih hidup hingga kini.
Tepatnya terletak di Gang Gloria, kedai ini menjadi tujuan para pencinta kopi maupun pengunjung yang ingin merasakan kembali nostalgia masa lampau. Dengan bangunan yang terawat baik dan kursi jati tua, setiap sudut kedai ini menceritakan kisah yang hampir tidak terlupakan.
Sederhananya, espresso di sini hanya terdiri dari kopi hitam dan kopi susu yang disajikan dalam bentuk panas maupun dingin. Namun, itulah daya tariknya; kesederhanaan yang menyimpan rasa sejarah dan kehangatan setiap seduhan kopi yang disajikan.
Kopi Es Tak Kie — Birunya Sejarah di Glodok
Kopi Es Tak Kie menjadi ikon di Glodok yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Memiliki sejarah panjang, kedai ini berdiri sejak zaman Belanda dan menjadi salah satu tempat berkumpul bagi para penikmat kopi. Generasi ketiga dari pendirinya kini melanjutkan tradisi dan menjaga keaslian rasa sajian.
Kedai ini menawarkan suasana yang menenangkan, di mana pengunjung dapat duduk santai dan menikmati kopi sembari melihat foto-foto bersejarah yang dipajang di dinding. Setiap tegukan kopi di sini adalah perjalanan kembali ke masa lalu, menyaksikan Jakarta dalam balutan kehangatan tradisi.
Menu andalan di sini, seperti Es Kopi Susu Tak Kie dan Nasi Tim Ayam, menjadi favorit para pengunjung. Rasanya yang nikmat dan harga yang terjangkau menjadikan kedai ini selalu ramai dikunjungi, terutama di pagi hari.
Djauw Coffee — Sensasi Kopi Pasir yang Mempesona
Di tengah keramaian Pecinan, Djauw Coffee menawarkan sesuatu yang unik dengan teknik penyajian kopi ala Turki. Dikenal dengan seduhan menggunakan pasir panas, kedai ini telah hadir sejak tahun 1943. Keunikan cara penyeduhannya menjadi sorotan bagi banyak pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berbeda di dunia kopi.
Menyajikan beragam menu sarapan khas kopitiam, dari roti panggang srikaya hingga nasi lemak, Djauw Coffee memberikan kombinasi rasa yang autentik dan memuaskan. Suasana interior yang bercampur antara etnik Tiongkok dan modern menambah daya tarik tempat ini bagi para pencinta fotografi.
Salah satu menu yang wajib dicoba adalah Butter Coffee, yang menggabungkan rasa mentega yang creamy dengan pahitnya kopi hitam. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati aroma khas saat proses penyeduhan berlangsung, menjadikan pengalaman ini tak terlupakan.
Pantjoran Tea House — Mengangkat Tradisi Teh dalam Bangunan Bersejarah
Beralih dari dunia kopi, Pantjoran Tea House menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati teh berkualitas tinggi. Berlokasi di kawasan Pecinan, tempat ini dulunya adalah Apotheek Chung Hwa, bangunan bersejarah yang kini disulap menjadi kedai teh yang ikonik. Mempersembahkan beragam jenis teh berkualitas, setiap seduhan adalah seni yang disajikan dengan sempurna.
Pengunjung dapat menikmati teh yang diseduh dengan teknik Gong Fu Cha, yang merupakan tradisi penyeduhan dari Dinasti Qing. Setiap meja dilengkapi dengan peralatan khusus untuk memberikan pengalaman menyeluruh dalam menikmati teh, membuatnya cocok untuk pertemuan santai maupun acara keluarga.
Menu andalan seperti Xi Hu Long Jing dan aneka dimsum membuat setiap kunjungan semakin spesial. Dengan suasana yang nyaman dan ramah untuk semua kalangan, Pantjoran Tea House berhasil menciptakan tempat yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghidupkan budaya dan tradisi.
Dengan begitu banyak pilihan kedai kopi dan teh di Jakarta, tak ada salahnya untuk menjelajahi lebih jauh setiap tempat yang menyimpan sejarah dan keunikan tersendiri. Dari Kopi Es Tak Kie yang legendaris hingga Pantjoran Tea House yang elegan, setiap sudut kota ini adalah petualangan rasa yang patut disyukuri. Lanjutkan eksplorasi kuliner dan temukan lebih banyak lagi keajaiban yang ditawarkan oleh ibu kota kita ini.














