Keberhasilan tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam meraih gelar ganda di St. John’s University, Taiwan, menjadi sorotan besar. Muchsin Maulana, Birrul Walidain Al Musthofa, dan Muhammad Halili menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, mimpi untuk kuliah di luar negeri dapat tercapai meski berasal dari latar belakang ekonomi yang terbatas.
Mereka merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan internasional melalui Program International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE), yang merupakan kolaborasi Unusa dengan universitas di Taiwan. Kesempatan ini membuka jalan bagi mereka untuk membangun karier di tingkat internasional.
Program yang didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan Taiwan ini bertujuan untuk mempersiapkan talenta internasional melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan industri. Dengan mengikuti program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan berkualitas, tetapi juga pengalaman kerja yang relevan di luar negeri.
Pendidikan Internasional sebagai Peluang Emas untuk Sukses
Kehadiran program INTENSE ini menjadi angin segar bagi mahasiswa yang ingin meraih pengalaman pendidikan di lingkungan internasional. Melalui program ini, mereka berkesempatan untuk tidak hanya berkuliah, tetapi juga terlibat langsung dalam dunia industri, sehingga menambah kompetensi profesional dan jejaring global yang berguna di masa depan.
Muchsin, Birrul, dan Halili adalah bagian dari tujuh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Unusa yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan di St. John’s University dan resmi diwisuda. Pengalaman mereka menjadi contoh nyata bahwa pendidikan tinggi yang berkualitas tidak hanya menjadi harapan, melainkan juga pencapaian yang dapat diraih.
Tantangan yang dihadapi selama menjalani pendidikan di luar negeri memang tidak sedikit. Mereka harus beradaptasi dengan sistem pendidikan yang berbeda, bahasa pengantar yang tidak familiar, serta budaya yang asing bagi mereka. Namun, semua itu menjadi bagian dari proses belajar yang memperkaya pengalaman hidup.
Tantangan Adaptasi di Lingkungan Baru dan Budaya yang Berbeda
Adaptasi terhadap lingkungan baru menjadi hal krusial bagi Muchsin dan rekan-rekannya. Muhammad Halili menyatakan bahwa tantangan terberatnya adalah bahasa Mandarin yang sangat berbeda dengan bahasa sehari-hari mereka. Proses penyesuaian ini menguji daya juang mereka untuk tetap bertahan dalam pendidikan internasional.
Selain bahasa, mereka juga harus menghadapi perbedaan cuaca yang ekstrem, apalagi Taiwan memiliki empat musim. Ini menjadi pengalaman baru yang menambah wawasan dan keterampilan adaptasi mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka semakin terbiasa dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris pun semakin meningkat.
Birrul walidain Al Musthofa mengungkapkan bahwa pengalaman yang didapatkan dari bekerja di perusahaan di Taiwan memberikan nilai lebih bagi dirinya. Dia merasakan bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diaplikasikan langsung dalam dunia nyata, membuatnya lebih percaya diri untuk bersaing di kancah global.
Peluang Karier yang Diperoleh dari Pendidikan Internasional
Peluang yang datang bersama pendidikan internasional merupakan salah satu hal yang sangat dihargai oleh ketiga mahasiswa ini. Muchsin Merasa bersyukur bisa menjalani pendidikan dengan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kesempatan ini mengubah pandangan hidupnya dan memberikan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.
Keberhasilan mereka tidak hanya berimplikasi pada aspek akademik, namun juga memberikan perspektif baru dalam menghadapi tantangan global. Setiap pengalaman yang didapatkan selama berada di Taiwan berperan penting dalam membentuk karakter dan kemampuan mereka menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Setelah lulus, mereka merencanakan untuk melanjutkan karier di Taiwan. Keputusan ini didasari oleh keinginan untuk terus menambah pengalaman dan memahami dinamika dunia kerja internasional yang terus berkembang pesat.
Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tersebut menunjukkan potensi besar mahasiswa Indonesia untuk berprestasi secara global jika diberikan kesempatan. Komitmen Unusa untuk meningkatkan akses pendidikan internasional bagi semua mahasiswa, tanpa terkecuali, patut diapresiasi.
Dengan berbagai program yang terus diadakan, Unusa aktif membuka peluang lebih banyak bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik dan profesional di tingkat internasional. Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda agar siap bersaing dalam dunia yang semakin global.
Kesuksesan Muchsin, Birrul, dan Halili menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Ini membuktikan bahwa dengan keberanian, kerja keras, dan dukungan yang tepat, batasan ekonomi bukanlah halangan untuk meraih pendidikan dan pengalaman yang lebih baik.














