Thursday, October 8, 2026
  • Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Bentogroup.co.id
Advertisement
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan
No Result
View All Result
Bentogroup.co.id
No Result
View All Result
Home Tempat Makan

Menelusuri Sejarah Nama Sunda dan Jawa Barat dari Zaman Es hingga Kemerdekaan

Andrew SH by Andrew SH
July 9, 2026
in Tempat Makan
406 17
0
Menelusuri Sejarah Nama Sunda dan Jawa Barat dari Zaman Es hingga Kemerdekaan
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wacana penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda kembali diperkuat setelah seluruh fraksi di DPRD Jawa Barat memberikan dukungan terhadap pembahasannya. Proses ini mendorong diskusi mendalam tentang identitas wilayah yang telah ada sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Di balik ide tersebut, terdapat perjalanan panjang yang mencakup perubahan identitas wilayah dari berbagai era, mulai dari zaman es hingga masa kemerdekaan Indonesia. Hal ini menunjukkan bagaimana sejarah telah membentuk cara masyarakat melihat dan memahami tempat mereka tinggal.

You might also like

DPR Komisi II Tanggapi Usulan Pansus Tindak Lanjut Putusan MK Terkait Gibran

Kata Jenderal Maruli tentang Isu Calon Panglima TNI

PKPU Izinkan Gibran Sebagai Cawapres Meski Langgar Prinsip Pemilu Jujur dan Adil

Ganjar Kurnia, Guru Besar Universitas Padjadjaran, menilai bahwa usulan perubahan nama ini sebagai usaha untuk menegaskan identitas ruang hidup yang kaya akan sejarah, budaya, dan pengalaman kolektif masyarakat. Nama ‘Jawa Barat,’ menurutnya, lebih merupakan indikator administratif daripada representasi yang lebih dalam dari penghuni wilayah tersebut.

Pentingnya Menggali Makna di Balik Nama Wilayah

Menurut Ganjar, nama ‘Jawa Barat’ berfungsi sebagai tanda posisi geografis, tetapi tidak menangkap esensi historis dan budaya yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Terdapat kebutuhan untuk mempertimbangkan apakah nama yang ada saat ini mencerminkan jati diri masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Dia menjelaskan bahwa kata ‘Sunda’ lebih dari sekadar nama; ia mewakili ruang kebumian dan sejarah yang lebih tua. Ini memberikan dimensi lebih dalam selain sekedar nama provinsi yang diakui secara administratif.

Nama yang diusulkan, Tatar Sunda, menggarisbawahi hubungan masyarakat dengan tanah yang mereka huni. Ini bukan hanya masalah administratif, melainkan soal memori kolektif dan identitas kultural yang telah ada selama berabad-abad.

Aspek Geografi dalam Pemahaman Nama ‘Sunda’

Ganjar menerangkan bahwa istilah ‘Sunda’ dalam ilmu kebumian mengacu pada paparan Sunda, yang merupakan wilayah landas kontinen. Ini terbentang meliputi area yang luas, termasuk pulau-pulau besar di Asia Tenggara, yang memiliki sejarah geologi yang panjang.

Pakar geologi menjelaskan bahwa pada akhir zaman es, daratan ini terendam oleh kenaikan permukaan air laut, mengubah kawasan ini menjadi kepulauan seperti yang dikenal saat ini. Istilah tersebut lebih merupakan identifikasi geografis ketimbang suatu penggolongan berdasarkan etnis atau budaya.

Dari kajian lebih jauh, Ganjar menekankan bahwa nama ‘Sunda’ telah ada jauh sebelum penamaan administratif terbentuk. Ini menunjukkan bahwa pemahaman kita tentang wilayah tidak cukup hanya berdasarkan administrasi, tetapi juga memerlukan pengakuan akan sejarah dan budaya yang ada.

Ragam Sejarah dan Budaya yang Mengisi Wilayah Ini

Sejarah wilayah ini telah membentang sejak jaman Kerajaan Tarumanegara yang berkuasa pada abad ke-5, menciptakan tradisi dan budaya yang hingga kini masih relevan. Peninggalan prasasti berbahasa Sanskerta dari kerajaan tersebut menjadi bukti awal adanya pemerintahan di kawasan ini.

Pada abad ke-8, Kerajaan Sunda atau Pajajaran menjadi pusat kekuasaan yang baru setelah runtuhnya Tarumanegara, menegaskan keberlanjutan budaya Sunda dalam catatan sejarah. Hal ini menciptakan suatu fondasi kuat bagi identitas budaya yang ada saat ini.

Namun, perubahan peta politik mulai terlihat pada abad ke-16 ketika pengaruh Kesultanan Demak mulai mengubah wajah kekuasaan dan kebudayaan di wilayah ini. Tetap saja, ciri khas dan tradisi yang mengakar dalam masyarakat Sunda tidak hilang, melainkan beradaptasi dengan kondisi zaman.

Pengaruh Kolonialisme dalam Pembentukan Identitas Wilayah

Penamaan Jawa Barat sebagai wilayah administratif muncul pada masa kolonialisme Belanda, di mana wilayah ini diakui sebagai Soendalanden. Identitas tersebut tidak hanya menjadi administratif, tetapi juga menyentuh aspek budaya yang kaya di dalamnya.

Pada tahun 1925, istilah itu diganti menjadi Provincie West-Java, menandai periode di mana identitas administratif mulai diatur secara resmi. Perubahan ini merujuk pada dampak yang dihasilkan dari kebijakan pemerintah kolonial yang mengorganisir wilayah menjadi provinsi.

Perubahan lebih lanjut yang terjadi pascakemerdekaan menandai pencarian identitas baru bagi wilayah ini. Jawa Barat, yang menjadi salah satu dari delapan provinsi pertama, menggambarkan perjalanan panjang dan dinamis dalam pencarian makna dan pengakuan atas identitas yang telah dibangun selama ribuan tahun.

Kemerdekaan dan Identitas Baru

Setelah merdeka, wilayah ini mengalami transisi, termasuk selama periode Negara Pasundan dalam Republik Indonesia Serikat sebelum akhirnya kembali ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanggal 19 Agustus dipilih sebagai Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mencerminkan komitmen pada identitas baru pascakemerdekaan.

Setelah pemekaran daerah, wilayah yang dulunya meliputi hingga Banten harus beradaptasi dengan perubahan dalam struktur pemerintahan dan identitas. Meskipun demikian, keberagaman dan dinamika budaya yang ada tetap menjadi bagian integral dari masyarakat Jawa Barat.

Penggantian nama menjadi Tatar Sunda tidak hanya sekadar label baru, melainkan merupakan langkah untuk merangkul sejarah, budaya, dan identitas yang dinamis. Ini adalah pengakuan atas perjalanan panjang yang menghargai warisan dan memberikan makna baru bagi generasi mendatang.

Tags: BaratdandariHinggaJawaKemerdekaanMenelusuriNamaSejarahSundaZaman
Previous Post

13 Restoran Populer di Jambi 2026 dari Pindang Patin Terkenal hingga Kafe Tepi Danau

Next Post

Sikap PDIP Sebagai Partai Penyeimbang Menurut Golkar Rakyat yang Menilai

Andrew SH

Andrew SH

Related Posts

DPR Komisi II Tanggapi Usulan Pansus Tindak Lanjut Putusan MK Terkait Gibran
Tempat Makan

DPR Komisi II Tanggapi Usulan Pansus Tindak Lanjut Putusan MK Terkait Gibran

by Andrew SH
October 7, 2026
Kata Jenderal Maruli tentang Isu Calon Panglima TNI
Tempat Makan

Kata Jenderal Maruli tentang Isu Calon Panglima TNI

by Andrew SH
October 7, 2026
PKPU Izinkan Gibran Sebagai Cawapres Meski Langgar Prinsip Pemilu Jujur dan Adil
Tempat Makan

PKPU Izinkan Gibran Sebagai Cawapres Meski Langgar Prinsip Pemilu Jujur dan Adil

by Andrew SH
October 6, 2026
Bau Gas Tercium Sebelum Ledakan Ruko di Pakuwon City
Tempat Makan

Bau Gas Tercium Sebelum Ledakan Ruko di Pakuwon City

by Andrew SH
October 6, 2026
Rapat Baleg Dipimpin Dasco, RUU Ketenagakerjaan Disahkan Besok
Tempat Makan

Rapat Baleg Dipimpin Dasco, RUU Ketenagakerjaan Disahkan Besok

by Andrew SH
October 5, 2026
Next Post
Sikap PDIP Sebagai Partai Penyeimbang Menurut Golkar Rakyat yang Menilai

Sikap PDIP Sebagai Partai Penyeimbang Menurut Golkar Rakyat yang Menilai

Recommended

Usulan Tito tentang Pembatasan Biaya Kampanye Setelah OTT Kepala Daerah

Usulan Tito tentang Pembatasan Biaya Kampanye Setelah OTT Kepala Daerah

July 17, 2026
Nikahan Anak Boy Thohir, Prabowo dan Jokowi Duduk Bersama di Samping

Nikahan Anak Boy Thohir, Prabowo dan Jokowi Duduk Bersama di Samping

July 27, 2026

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Don't miss it

Resep Tumis Rebung Santan Gurih dan Sedap Masakan Rumahan Menggugah Selera
Berita UMKM

Resep Tumis Rebung Santan Gurih dan Sedap Masakan Rumahan Menggugah Selera

October 8, 2026
Cek Kabar Anggota DPR Tonny Tesar Usul Pemakzulan Gibran oleh Nasdem
Kabar Kuliner

Cek Kabar Anggota DPR Tonny Tesar Usul Pemakzulan Gibran oleh Nasdem

October 8, 2026
Manfaat Mayones yang Jarang Diketahui Selain Sebagai Saus
Resep

Manfaat Mayones yang Jarang Diketahui Selain Sebagai Saus

October 8, 2026
Ijazah Gibran Ada Namun Belum Ditemukan
Sehat

Ijazah Gibran Ada Namun Belum Ditemukan

October 8, 2026
DPR Komisi II Tanggapi Usulan Pansus Tindak Lanjut Putusan MK Terkait Gibran
Tempat Makan

DPR Komisi II Tanggapi Usulan Pansus Tindak Lanjut Putusan MK Terkait Gibran

October 7, 2026
Resep Segar dan Pedas Salad Pepaya Muda Gaya Thailand
Berita UMKM

Resep Segar dan Pedas Salad Pepaya Muda Gaya Thailand

October 7, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Berita UMKM
  • Kabar Kuliner
  • Resep
  • Sehat
  • Tempat Makan

Browse by Tag

agar Anak Ayam Camilan Cara Daging dalam dan dari dengan Diduga Empuk Goreng Gurih Hingga Jakarta Kasus Kebakaran Keluarga KPK Lembut Lezat Makan Membuat Mudah Nasi oleh Pedas Polisi Prabowo Praktis Rasa Rekomendasi Renyah Resep Rumah Tahu Tanpa Telur Tempat Tersangka Tidak untuk Warga yang

Recent News

Resep Tumis Rebung Santan Gurih dan Sedap Masakan Rumahan Menggugah Selera

Resep Tumis Rebung Santan Gurih dan Sedap Masakan Rumahan Menggugah Selera

October 8, 2026
Cek Kabar Anggota DPR Tonny Tesar Usul Pemakzulan Gibran oleh Nasdem

Cek Kabar Anggota DPR Tonny Tesar Usul Pemakzulan Gibran oleh Nasdem

October 8, 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In