Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkapkan alasan di balik keputusan partainya untuk terus mendukung Prabowo Subianto selama 15 tahun terakhir. Dalam tiga periode pemilihan presiden, meskipun menghadapi risiko dan konsekuensi hukum, PAN tetap berkomitmen pada pilihan politik tersebut.
Hal ini disampaikan Zulkifli saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I dan Pelantikan Pengurus DPW PAN Jawa Timur untuk periode 2025-2030 di Jatim Expo, Surabaya. Dia menjelaskan dukungan konsisten itu sudah membawa berbagai dampak, termasuk bagi kader yang harus menghadapi konsekuensi hukum.
(Zulhas, sapaan Zulkifli, menegaskan pentingnya loyalitas di tengah pusaran politik yang dinamis. Dalam konteks ini, dia menyoroti bagaimana dukungan terhadap Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019 membawa dampak yang tidak ringan bagi kader-kader PAN.)
Komitmen PAN dalam Mendukung Prabowo Subianto
Zulkifli Hasan membuat pernyataan ini dalam konteks diskusi yang lebih besar tentang integritas dan konsistensi partai politik di Indonesia. Meskipun dua kali kalah di panggung pemilihan presiden, PAN bersikeras untuk tidak berbalik arah demi mencapai kekuasaan.
Dia mengungkapkan bahwa menjadi partai yang tidak konsisten dalam dukungan politik dapat merusak reputasi di mata publik. “Kami tidak ingin menjadi partai yang mudah berganti arah hanya demi kursi,” tegasnya.
Maju ke Pilpres 2024, PAN tetap kokoh di belakang Prabowo, dan Zulkifli yakin mereka akan meraih kesuksesan. “Perjuangan kami bersama Gerindra memang tidak mudah, tapi kami percaya akan ada hasilnya,” ujarnya.
Risiko dan Konsekuensi dari Dukungan yang Konsisten
Zulkifli menyebutkan risiko besar yang dihadapi oleh kader-kadernya. Dengan melihat banyak kepala daerah dari PAN yang dipenjara atau harus berpindah partai, kerugian tersebut menjadi konsekuensi nyata dari komitmen mereka.
“Kita mengalami banyak tantangan, tetapi kesetiaan kepada Prabowo adalah prioritas utama kami,” ungkapnya. Menurutnya, hasil dukungan jangka panjang ini akan terbayar di masa depan.
Seiring berjalannya waktu, dia merasa bahwa konsistensi ini membuat PAN semakin dihormati oleh masyarakat. Mereka yang menyaksikan perjuangan tersebut pun diharapkan lebih percaya pada integritas partai.
Kesamaan Visi antara PAN dan Prabowo
Zulkifli menggarisbawahi kesamaan visi antara PAN dan Prabowo yang menjadi alasan kuat mengapa mereka terus bersinergi. “Kami memiliki cita-cita yang sama, dan itu menjadi landasan kerja sama kami,” jelasnya.
Baginya, pengalaman berkoalisi selama lebih dari satu dekade telah memberikan banyak pelajaran. Zulkifli mengakui betapa berharga pembelajaran yang didapat selama berpartner dengan Prabowo, baik dalam hal kepemimpinan maupun strategi politik.
Dia juga menjelaskan beberapa tipe pemimpin yang pernah disampaikan Prabowo. Dari tipe ‘good leader’ hingga ‘brilliant leader’, semua memiliki peran penting dalam kesuksesan suatu tim. Zulkifli percaya bahwa memilih sumber daya manusia yang tepat adalah kunci untuk mencapai tujuan besar.














